Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional ke-32 di Lapangan Borarsi, Manokwari, kemarin.

Anggaran Nihil, Pembinaan Olahraga di Manokwari Jalan di Tempat

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com – Setidaknya dalam 4 tahun terakhir ini, Pemkab Manokwari tidak menyediakan anggaran khusus untuk bidang pemuda dan olahraga. Padahal bidang Pemuda dan Olahraga sendiri melekat pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).

Buntutnya, pembinaan olahraga di Kabupaten Manokwari nyaris tidak berjalan sama sekali alias jalan di tempat. Sangat jarang ada iven olahraga baik untuk umum maupun kelompok umur yang diselenggarakan Pemda dalam rangka mencari bibit-bibit atlit potensial.

Demikian pula terkait sarana dan prasarana olahraga. Alih-alih membangun baru, merawat fasilitas yang sudah ada pun praktis tidak pernah dilakukan. Salah satu contoh nyata adalah Stadion Sanggeng juga GOR Sanggeng yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

KepalaDinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Barnabas Dowansiba mengakui hal itu.
“Memang pemuda dan olahraga tidak punya anggaran khusus jadi saya minta maaf, saya harus menyampaikan dana Otsus yang untuk pendidikan itu yang biasanya kita switch (sisipkan) untuk kegiatan pemuda dan olahraga, “ kata Barnabas usai upacara peringatan Haornas di lapangan Borarsi Manokwari, Rabu petang kemarin.

Sebenarnya, kata Barnabas, lewat RKA, setiap tahun pihaknya selalu mengusulkan anggaran untuk bidang pemuda dan olahraga. Namun, tetap saja dalam DPA yang diterima Disdikpora tidak ada alokasi dana khusus untuk bidang pemuda dan olahraga.

“Khususnya DAU (dana alokasi umum) tidak ada. Jadi selama ini kalau kegiatan pemuda dan olahraga itu ada karena sebagian dana Otsus yang kita alihkan. Tidak ada yang lain-lain, “ ucapnya.

Kondisi itu membuat pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk menggairahkan kembali olahraga apalagi menjadikan olahraga menjadi budaya sebagaimana tema Haornas ke-32 yakni ‘Gelorakan Budaya Olahraga untuk Indonesia Hebat’.

“Karena saya tidak punya dana lain-lain jadi sulit untuk pengembangan kepemudaan maupun olahraga. Selama ini kita lebih banyak bergantung ke provinsi, “ ungkap Barnabas. |ZACK TONU BALA