Wakil Bupati Manokwari Robert Hammar (kanan). | Dokumentasi CAHAYAPAPUA.com

Anggaran Pembangunan Manokwari Tahun 2015 Berpotensi Berkurang

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com- Anggaran pembangunan atau belanja publik Kabupaten Manokwari pada tahun anggaran 2015 berpotensi akan menjadi lebih kecil dibanding alokasi pada tahun ini.

Hal ini muncul menyusul adanya defisit dalam APBD Perubahan (APBD-P) tahun 2014 yang mencapai Rp. 56 Miliar (sesuai dokumen KUA-PPAS). Untuk menutupi defisit tersebut, Pemkab Manokwari berencana melakukan pinjaman ke bank.

Wakil Bupati, Roberth KR. Hammar kepada pers baru-baru ini, di kantor bupati di Sowi Gunung mengatakan, Pemda kemungkinan besar akan berhutang ke bank untuk menutupi defisit yang timbul.

Adanya pinjaman, menurut Hammar akan berdampak pada struktur APBD 2015 karena sebagian dana harus disisihkan untuk melunasi utang tersebut. Dia sendiri telah mewanti-wanti tim anggaran Pemda agar menghitung secara cermat pinjaman yang akan dilakukan, sehingga dipastikan bisa terbayar pada APBD induk 2015.

“Jadi (dampaknya) anggaran pembangunan kita pasti akan turun dari sebelumnya sekitar Rp. 300 Miliar pada APBD 2014, kalau dikurangi Rp. 50-an Miliar jadi Rp. 250 Miliar,” kata Hammar.

Pemangkasan belanja publik akan menyulitkan Pemda merealisasikan program dan kegiatan pembangunan di tahun 2015. Oleh karena itu, menurut Hammar, Pemda harus bisa menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) supaya bisa menopang belanja daerah di masa mendatang.

“Kalau tidak, yang bisa kita lakukan adalah Pemda bersama DPRD harus bisa melobi ke provinsi atau pun pusat supaya dapat dana sharing atau dukungan-dukungan lain yang bisa membantu melakukan kegiatan pembangunan,” tambah Wabup.

Sekedar diketahui, sejauh ini Pemkab Manokwari baru mampu mengumpulkan PAD pada kisaran 40 miliar per tahun (target dalam APBD 2014). Banyak kalangan menilai capaian PAD itu masih terlampu kecil jika dibandingkan dengan potensi yang ada saat ini. |ZACK TONU BALA

 

EDITOR: DUMA TATO SANDA

Tinggalkan Balasan