Wakil Bupati Paulus Indubri (Tengah)

Anggaran perjalanan dinas Wondama capai Rp.58 miliar

Wasior, Cahayapapua.com— Anggaran untuk biaya perjalanan dinas para pejabat dan PNS Pemkab Teluk Wondama setiap tahun ternyata cukup fantastis. Dalam tahun anggaran 2017, dana untuk perjalanan dinas mencapai Rp.58 miliar.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Paulus Yulius Indubri sewaktu memimpin apel gabungan PNS di lapangan upacara perkantoran Pemda di Isei, Senin (8/5). Dia mengakui anggaran untuk perjalanan dinas di tahun ini terlalu besar sehingga untuk tahun depan perlu ditinjau kembali. “Tidak salah tapi perlu kita lakukan review kembali karena sangat besar sekali,” kata Indubri.

Berkaca dari pagu anggaran untuk perjalanan dinas yang cukup besar tersebut, menurut Indubri, struktur APBD Wondama selama ini masih belum sehat terutama dari sisi belanja. Karena itu dia menekankan agar ada verifikasi secara mendalam terhadap nilai belanja dalam RAPBD sebelum diserahkan ke DPRD untuk dibahas dan ditetapkan.

“APBD Wondama tidak sehat, dari struktur belanja tidak sehat. Sehingga perlu direview ulang agar apa yang menjadi kebutuhan rakyat itu bisa terjawab selama saya bersama Bapak Bupati memimpin,”ujar Indubri.

Anggaran perjalanan dinas yang cukup tinggi tersebut sebelumnya telah mendapat sorotan tajam dari sejumlah anggota DPRD Teluk Wondama. Amos F. Torey dari fraksi Nasdem mengkritik seringnya pejabat Pemda keluar daerah dengan dalih perjalanan dinas.

“Kita pertanyakan apa yang penting di luar sehingga sekarang ini pejabat mulai dari Bupati, Wakil Bupati juga kepala SKPD sering sekali ke luar daerah. Kadang sampai kabupaten ini kosong tidak ada pejabat yang ada di tempat. Ini kan aneh,”tandas Amos di Wasior, Sabtu (6/5).

Amos berharap Bupati dan Wakil Bupati menerapkan aturan yang ketat terkait perjalanan dinas keluar daerah. Pasalnya dia melihat  banyak pejabat yang menjadikan perjalanan dinas sebagai modus saja.

“Seharusnya kalau kegiatan tidak penting tidak usah pigi atau kasih ke bawahan saja. Tapi ini sedikit-sedikit keluar alasan perjalanan dinas padahal kegiatan tidak jelas. Jadi kita minta bupati tegas soal ini,”ucap anggota Komisi C ini. (brv)

Tinggalkan Balasan