Ilustrasi Pilkada

Anggaran Pilkada, Hammar: 30 Miliar Terlalu Riskan dan Minimalis!

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com— Anggaran Pilkada Kabupaten Manokwari yang disepakati Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebesar 30 miliar dinilai masih terlalu minimalis.

Kendati angka 30 miliar itu sudah bisa menjawab sebagian besar kebutuhan penyelenggara pemilu, namun dengan nilai tersebut ruang gerak KPUD, Panwaslu maupun pihak keamanan menjadi sangat terbatas. Sehingga dikuatirkan hal itu bisa berdampak pada tidak maksimalnya penyelenggaraan Pilkada.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Roberth KR. Hammar menyoal hasil rasionalisasi oleh TAPD terhadap total estimasi yang diajukan KPUD, Panwaslu, Polres Manokwari serta Kodim 1703 Manokwari juga Kesbangpol dan Linmas yang mencapai 55 miliar lebih.

Ketua KPUD Manokwari Albert Burwos sebelumnya menyatakan keberatan jika Pemda hanya mengalokasikan 20 miliar untuk KPUD. Jika tetap dipaksakan, ada kemungkinan sejumlah tahapan Pilkada tidak bisa berjalan secara optimal lantaran terkendala anggaran.

Burwos menegaskan angka 25,6 miliar sebagaimana yang diajukan ke Pemda adalah jumlah ideal yang dibutuhkan untuk memastikan semua tahapan berjalan lancar. Karena itu dia berharap tidak ada terjadi pengurangan.

Seperti telah diberitakan, dari total 55 miliar lebih yang diajukan ke Pemkab Manokwari, TAPD kemudian memangkasnya menjadi tersisa 30 miliar. Yang mana jumlah itu sudah termasuk 11,5 miliar yang telah dialokasikan dalam APBD 2015. Artinya, Pemda hanya menambah sebesar 18,5 miliar.

“Kalau 30 miliar  itu tambahan berarti memungkinkan. Kalau hanya 18,5 miliar (tambahannya) itu masih riskan. Itu terlalu mepet. Saya dulu berpikir tambahan itu paling tidak 25 atau 27 miliar, kalau 18 miliar terlalu mepet, “ ucap Hammar kepada sejumlah wartawan usai membuka kegiatan di kampus STIE Mah’eisa Manokwari di Lembah Hijau, Wosi, Senin (4/5).

Hammar menyatakan, Pilkada Kabupaten Manokwari harus tetap berjalan sesuai jadwal yakni pada Desember 2015. Karena itu, bagaimanapun caranya Pemkab Manokwari harus mencari jalan untuk menutupi anggaran Pilkada yang dibutuhkan pihak penyelenggara.

“KPUD dan Panwaslu harus tetap optimis bahwa Pemda tetap bijaksana bisa memenuhi walaupun minimal tetapi Pilkada bisa berjalan dengan baik dan lancar,” kata Hammar. |ZACK TONU BALA