Jalan masuk kampung Duwin, warga melintasi sungai tanpa jebatan penyeberangan.

Anggaran terbatas, Dandim Manokwari bertekad buka isolasi Kampung Duwin

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Meskipun dengan anggaran terbatas, Dandim 1703/Manokwari Letkol Andy Parulian bertekad membuka isolasi kampung Duwin, Distrik Warmare.

Dia mengatakan, pihaknya  mempercepat pembangunan jembatan dan pengecoran jalan dalam operasi teritorial di Kampung tersebut.

“Meskipun tidak ada anggaran kita tetap bersemangat melaksanakan operasi teritorial untuk membantu masyarakat. Kegiatan ini ditarget selesai pada 24 September 2017,” kata Parulian, saat ditemui di markas Kodim Manokwari, Minggu (3/9).

Pada program ini, Dandim mengerahkan sebanyak 50 personil. Ia ingin masyarakat segera menikmati kemudahan akses transportasi dari program tersebut.

Dia menjelaskan, kegiatan fisik pada operasi tersebut hanya dilaksanakan untuk pengecoran jalan. Pembangunan jembatan harus dibangun mengingat warga tidak punya akses keluar dari kampung.

Selama ini, sebutnya, warga harus menyeberang sungai tanpa alat yang bisa mereka gunakan. Kondisi tersebut cukup menghawatirkan terutama saat musim hujan.

“Kalau kita cuma cor jalan rasanya tidak cukup. Masyarakat tentu ingin beraktifitas mencari nafkah keluar kampung, termasuk anak-anak yang harus sekolah. Sementara jembatan belum ada,” sebut Dandim.

TNI akan membangun jembatan gantung sepanjang 30 meter menyesuaikan lebar sungai di kampung tersebut. Konstruksi jembatan akan dibuat sedemikian rupa agar bisa dilintasi kendaraan roda dua.

Ia bersyukur Bank Indonesia kantor Perwakilan Papua Barat membantu semen sebanyak 800 sak pada operasi teritorial ini.

“Tiang jembatan kita cor dengan besi yang kuat, karena aspek keamanan dan keselamatan harus diutamakan. Semen yang kita butuhkan sekitar 4 ribu sak.  Kita baru mendapat bantuan dari Bank Indonesia,” ujarnya.

Kampung Duwin berada tidak terlalu jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat dan Pabrik Semen yang dikelola PT SDIC Papua Cement Indonesia di Kampung Maruni Manokwari.

Infrastruktur jalan dan jembatan sangat dibutuhkan masyarakat di kampung yang berada di sekitar area perkebunan kelapa sawit yang dikelola PT Yongjing ini.

“Pembangunan jembatan tidak masuk dalam program operasi terirorial. Tapi itu harus kami laksanakan, karena kalau tidak masyarakat tidak bisa keluar dari kampung,” kata Dandim lagi. (ibn)

Tinggalkan Balasan