Politisi PKPI Manokwari Trisep Kambuaya. | Dokumentasi CAHAYAPAPUA.com

Anggaran untuk 4 Distrik di Tambrauw dari Manokwari Dipertanyakan

MANOKWARI- Fraksi Manokwari Hebat mempertanyakan Rencana Kerja dan Anggaran atau RKA SKPD yang diserahkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) kepada Badan Anggaran DPRD Manokwari.

Sebab dalam RKA SKPD pemerintah Kabupaten Manokwari tahun Anggaran 2015 itu masih mencantumkam kegiatan dan anggaran untuk kantor distrik Mubrani, Snopi, Kebar dan Amberbaken. Padahal secara admistratif 4 kabupaten tersebut masuk dalam wilayah pemerintahan Kabupaten Tambrauw.

Dalam RKA itu distrik Mubrani mendapat alokasi Anggaran sebesar Rp. 247.420.000 Distrik Snopi Rp.274.295.000, Distrik Kebar 210.312.000 dan Distrik Amberbaken 212.485.000

“Secara Administratif 4 kabupaten ini masuk wilayah Tambrouw sehingga tidak masuk akal jika pemda Manokwari mengalokasikan anggaran,” kata Sekretaris Fraksi Manokwari Hebat, Trisep Kambuaya, Rabu (14/1/2015).

TAPD dinilai asal-asalan dalam menyusun RKA tersebut. Ia menduga TAPD melakukan copy paste tahun anggaran sebelumnya dalam menyusun RKA tersebut.

Trisep mengajak aparat kepolisian maupun kejaksaan untuk mengawasi realisasi APBD Manokwari tahun anggaran 2015 ini terutama terkait pengalokasian anggaran kepada 4 distrik tersebut.

Sebab Ia menilai pengalokasian anggaran ini tidak berdasar pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Sudah jelas 4 distrik itu bukan bagian dari wilayah pemerintahan kabupaten Manokwari,” katanya.

Trisep menegaskan bahwa pengalokasian anggaran terhadap 4 distrik ini harus di pangkas dari RKA dan Kerangka APBD Manokwari tahun anggaran 2015.

Ia pun meminta TAPD dan seluruh SKPD di lingkungan pemerintah kabupaten Manokwari untuk menyusun RKA secara baik agar akhirnya kegiatan dan anggaran yang dikucurkan pada program pemda ditahun ini tidak menguap.

Lebih jauh Trisep menilai, upaya Pemerintah Kabupaten Manokwari yang mengalokasikan anggaran kepada 4 distrik ini justru akan memperkeruh situasi yang akan mengarah pada konflik.

“Sudah beberapa kali konflik terbuka terjadi di 4 distrik ini. Untuk itu perlu ada koordinasi antara pemerintah kabupaten Manokwari dengan kabupaten Tambrauw. Gubernur pun kami minta untuk turut memperhatikan persoalan ini,” tandasnya. |TOYIBAN

Tinggalkan Balasan