Para pejabat dan undangan lain memilih mengobrol di luar gedung DPRD Teluk Wondama akibat anggota dewan mogok. Rapat paripurna pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2015 akhirnya batal digelar.

Anggota DPRD Wondama Mogok Sidang, Paripurna Pertanggungjawaban APBD Batal

WASIOR, CAHAYAPAPUA.com––  Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Teluk Wondama dengan  agenda penyampaian laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2015 yang sedianya digelar Rabu petang kemarin gagal terlaksana.

Sejumlah anggota dewan yang telah berada ruangan rapat, tiba-tiba saja meninggalkan ruangan pada saat paripurna akan dimulai. Mereka langsung menaiki mobil kemudian berlalu tanpa memberi penjelasan.

Meskipun pembukaan rapat  sempat diundur selama 1 jam, namun mereka tetap tidak kembali. Rapat yang dijadwalkan mulai pukul 16.00 baru dibuka pada pukul 17.55 WIT oleh Wakil Ketua II Arwin. Namun karena anggota yang hadir tidak memenuhi quorum paripurna diskors hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Dari 20 anggota, yang mengikuti rapat paripurna hanya 9 orang sementara 11 orang tidak hadir.  Wakil Bupati Paulus Y. Indubri bersama pimpinan SKPD serta para undangan lain yang telah menunggu lebih kurang 2 jam harus pulang dengan kecewa.

Hingga bubar, tidak ada penjelasan resmi dari DPRD terkait alasan sejumlah anggota dewan menolak mengikuti rapat.  Ketua Komisi C Asri, yang ditemui Cahaya Papua sebelum paripurna diskors hanya memberi penjelasan singkat.

“Ada miskomunikasi, “ ucap Asri sembari berlalu.  Alhasil, pimpinan SKPD bersama para undangan lain yang telah menunggu selama lebih kurang dua jam harus menahan kecewa.

Tokoh pemuda Wondama George Ramar yang ikut menghadiri rapat paripurna itu menyatakan kekecewaannya. Sebagai wakil rakyat, kata dia, anggota DPRD tidak seharusnya bertindak seperti itu.

“Kami pemuda sangat menyesalkan tindakan anggota dewan seperti ini. Kalau memang ada yang mereka ingin kritisi dari Pemda, harusnya itu dilakukan secara bermartabat dalam forum resmi. Ini tindakan yang tidak terpuji, “ ujar mantan pengurus DPD KNPI Teluk Wondama ini.

Wakil Bupati Paulus Indubri ditemui di Wasior, Rabu malam juga menyatakan kecewa dengan sikap para legislator itu. Dia sendiri merasa heran dan tidak mengerti kenapa anggota dewan menolak mengikuti paripurna yang mereka jadwalkan sendiri.

“Kalau ditanya apa masalahnya, silahkan tanya ke anggota DPRD yang tadi keluar ruangan. Karena kami dari eksekutif sudah menjalankan apa yang jadi kewajiban kami sesuai mekanisme, “ ujar Indubri. (BRV)

 

Tinggalkan Balasan