Wakil Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah Sorong, Yakomina Isir.

Anggota MRPB jangan malas baca dokumen kebijakan

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Beragam tanggapan muncul menyikapi hasil seleksi calon anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat yang telah diserahkan panitia seleksi kepada Gubernur Papua Barat.

Wakil Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah Sorong, Yakomina Isir, Sabtu (26/8) mengatakan dalam persepektif DAP, hasil seleksi sudah bagus. Namun yang penting adalah, siapapun yang terpilih harus tetap berkomitmen memperjuangkan hak-hak masyarakat adat.

Itu sebabnya, salah satu titik tekan perjuangan MRPB kedepan, sebut Yakomina, adalah proses legislasi dan/atau pembahasan kebijakan publik yang berkaitan dengan kepentingan orang asli Papua.

“Anggota MRPB mesti matang dalam memberi pertimbangan kultural atau mengambil keputusan.Jangan malas membaca dokumen lalu kemudian memutuskan begitu saja,” ucapnya di Wosi.

Dalam konteks itulah, DAPberkomitmenikut mengawal kinerja anggota MRPB periode 2017-2022. Ia juga mengajak semua pihak untuk menerima hasil seleksi, demikian halnya soal siapapun yang nanti terpilih.

“Saya berharap jangan lagi orang Papua melakukan demo menyikapi hasil yang sudah diserahkan ke Gubernur,” serunya.

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat, Abraham Rammar yang mengatakan bahwa apapun keputusan gubernur dan Pansel harus dihormati. “Kewenangan ada pada pansel.Apapun hasilnya itulah wewenang mereka,” ujarnya

Namun hal berbeda dilontarkan Wempi Kambu, salah satu pegiat di di DAP. Dia menuding timsel MRPB melakukan penyimpangan dalam proses rekrutmen. Ia juga meragukan independensi tim seleksi.

Dua hal yang menurutnya menyimpang adalah pansel membatasi umur calon dan hal kedua Pansel hanya memprioritaskan sarjana. (mar)

Leave a Reply

%d bloggers like this: