Ilustrasi ISPA

Angka Kasus ISPA di Puskesmas Wosi Rangking Pertama

MANOKWARI, Cahayapapua.comPusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Wosi mencatat angka kasus penderita Inspeksi Saluran Pernafasan (ISPA) sejak tiga tahun terakhir selalu menempati peringkat pertama dari daftar angka kasus penyakit yang diderita pasien yang berada di wilayah kerja puskesmas itu.

“Kalau ISPA, itu urutan pertama, dari tahun ke tahun tidak pernah beruba, dia selalu menempati rangking pertama,” sebut Kepala Puskesmas Wosi, Andarius Saroi, di ruang kerjanya, Kamis (10/3/2016).

Meski demikian, ia tidak merinci secara pasti urutan tingkat kasus yang ditangani pihaknya secara detail, terkait total jumlah penderita ISPA, perbandingan peningkatan angka kasus setiap tahunnya dan tingkat capaian penanganan kasus ISPA tiap tahun.

Ia menyebutkan, faktor penyebab ISPA secara umum dapat terjadi karena efek debu, cuaca ekstrim yang tidak menentu, dan kondisi lingkungan luar rumah, seperti debu jalanan, debu meubel, dan debu kapur serta asap kendaraan.

“Seharusnya, kalau kita ingin terhindar dari penyakit ISPA, maka, harus pakai masker, bersihkan rumah secara rutin, sehingga tidak ada debu yang menempel didinding atau mengendap diatas tempat tidur, lemari dan kolong tempat tidur,” imbuh Andarius.

Selain itu, masyarakat juga diminta agar tidak tidur diatas lantai rumah tanpa menggunakan kasur atau pengalas, sehingga tubuh terpapar langsung efek dingin dari lantai, serta penggunaan kipas angin saat tidur itu tidak dianjurkan.

Menyikapi tingginya angka kasus penderita ISPA, Andarius berencana akan menggalakan aksi bagi seribu masker kepada masyarakat pengguna jalan dan masyarakat yang berdomisili disepanjang jalan-jalan protokol di wilayah kerja Puskesmas Wosi.

Rencana aksi bagi seribu masker itu, sebagai bagian dari upaya penanaman budaya hidup sehat bagi masyarakat pengguna jalan dan masyarakat yang tinggal ditepian jalan di sekitar Wosi.

“Itu biar masyarakat sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, karena seperti kita ketahui, sepanjang jalan di wosi ini, penuh dengan debu, apalagi kalau habis hujan, pasti jalannya berdebu,” ujar Andarius.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten dan Provinsi Papua Barat dapat menerapkan program bagi seribu masker kepada masyarakat sekitar jalan-jalan protokol dan pengguna jalan. | RIZALDY

Tinggalkan Balasan