Bupati Teluk Bintuni Alfons Manibuy Foto: koranfakta

Angka Pengangguran 8 Persen, Bupati Bintuni Ceramahi Bawahannya

BINTUNI,CAHAYAPAPUA.com– Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Alfons Manibui melontarkan pernyataan “keras” kepada bawahannya di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) karena dinilai kurang aktif memfasilitasi penyediaan informasi bagi calon tenaga kerja di daerah tersebut.

Tahun ini angka pengangguran di Teluk Bintuni mencapai 8 %. Menurut Alfons, jumlah tersebut masih terlalu tinggi jika dibandingkan dengan potensi lapangan kerja yang cukup besar.

“Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) belum mampu menfasilitasi semua tenaga kerja dengan baik, padahal lapangan kerja yang tersedia cukup banyak,” Alfons menegaskan baru-baru ini dalam upacara HUT KORPRI di Bintuni.

Menurut Alfons, jika Disnaker aktif menyediakan informasi atau memfasilitasi pencari kerja di daerah itu, maka angka pengangguran tidak setinggi itu. “Padahal jika fasilitasi secara rutin, seharusnya di Bintuni tak ada lagi orang yang tidak bekerja.”

Sebelumnya kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Teluk Bintuni, Jamaludin Iribaram pada sosialisasi BPJS meminta kepada seluruh perusahaan yang berinvestasi di daerah ini untuk membuka kantor perwakilan di Bintuni. Hal itu menurutnya sebagai upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Harus ada kantor perwakilan yang di buka di Bintuni. Jika kantor dibuka disini, tentu tenaga kerja diterima disini dan gaji dibayar disini supaya PAD bisa naik. Kalau tidak, tidak bisa. Ibu-ibu di pasar dia punya sayur bisa laku karena semua pegawai perusahaan belanja di sini. Sehingga ada perputaran perekonomian,” ujarnya.|ARI MURTI

 

EDITOR: IMRAN

One comment

  1. Saya itu tinggal di bintuni. Suda 10 tahun Alfons Manibuy memimpin tapi tidak ada perubahan sama sekali di kabupaten teluk bintuni. Saya juga heran, itu uang dan segala macam dana dari pemerintah pusat maupun daerah larinya kemana. Apakah memang masuk ke kantong pribadi atau bagaemana. Ini sekarang dia suda mau turun tapi politik liciknya dia sengaja mengangkat dan mendorong wem fimbay(sekda kab.teluk bintuni) dan daniel maibuy sbg bupati…saya curiga saja jangan2 mereka berdua itu sengaja di persiapkan utk jadi bupati pengganti agar dapat menyelamatkan aset2 si Alfons manibuy.

Tinggalkan Balasan