Komisioner KPU Papua Barat

Antisipasi Ijazah Palsu, KPU PB Datangi Enam Perguruan Tinggi

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua Barat (PB) mengantisipasi penggunaan Ijazah palsu dalam pencalonan gubernur – wakil gubernur dengan melakukan verifikasi faktual ke enam Perguruan Tinggi (PT).

Ketua KPU PB, Amus Atkana mengatakan, kegiatan verifikasi faktual di enam PT tersebut mengacu pada Peraturan KPU nomor 5 tahun 2016 tentang tata cara pencalonan. PT ini merupakan tempat pasangan bakal calon Gubernur – Wakil Gubernur (Cagub – Cawagub) PB menamatkan Kuliah Starata Satu (S1).

“Masing – masing di Universitas Cendrawasih (Uncen) Jayapura, Universitas Sains Teknologi Jayapura (STJ), Universitas Terbuka (UT) Sorong, Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Universitas Diponegiro (Undip) Semarang dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jakarta,” terang Amus (10/10) disekretariatan KPU PB kemarin.

Tujuan dari kegiatan ini, papar dia, KPU PB ingin memastikan bahwa Ijazah terakhir yang digunakan benar – benar Asli dikeluarkan oleh PT tersebut. Sehingga PT nantinya dapat membuktikan dengan megeluarkan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) yang kemudian dicocokan dengan berkas yang diserahkan.

“Pada prinsipnya Verifiaksi faktual ini, dilakukan untuk mencegah adanya penggunaan Ijazah palsu oleh pasangan bakal Cagub – Cawagub. Juga Karena banyak kampus yang tidak terdaftar dikementrian DIKTI untuk itu kami langsung turun di lapangan,” tuturnya.

Menurutnya, meskipun diantara bakal Cagub – Cawagub ini pernah mengikuti pencalonan Kepala Daerah dan juga pernah dilakukan verifikasi faktual pada persyaratan administrasi sebelumnya. Namun kata dia, KPU PB wajib melaksanakan tahapan tersebut sebagai ketentuan yang telah ditetapkan.

“Kami akan usahakan selesaikan (Verifikasi Red) dalam satu minggu ini, dan selamjutnya kita akan lihat hal – hal yang lain dan persiapan untuk penetapan menjadi Cagub – Cawagub pada 24 Okteber 2016 nanti,” ujarnya.

Amus kemudian menambahkan, verifiksi vaktual juga tengah dilakukan terhadap berkas administarasi Bakal Calon Bupati – Wakil Bupati dan Wali Kota – Wakil Wali Kota di empat Kabupaten/Kota. “Ini semua sedang dilakukan. Tepat 24 Okteber nanti, secara serentak diseluruh Indonesia, akan menetapkan Pasangan Calon,” tutupnya. (TNJ)

Tinggalkan Balasan