Foto bersama Bupati Teluk Bintuni, Kepala SKK Migas pusat, beserta rombongan usai meninjau pusat pelatihan teknik industri dan migas Petrotekno. Arif Triyanto/Cahaya Papua

April, pusat pelatihan teknik industri dan Migas Bintuni beroperasi

BINTUNI, Cahayapapua.com— Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas milik Petrotekno yang disiapkan untuk melatih calon pekerja konstruksi dipastikan akan mulai beroperasi April tahun ini.

Pemilik Petrotekno, Sarwono, Selasa (27/2) mengatakan Petrotekno yang ada di Bintuni dibangun fasilitas trainingnya bertaraf internasional dan mengikuti standar nasional. Hal ini guna untuk membantu pemerintah daerah mewujudkan visi dan misi Bupati meningkatkan SDM Bintuni dalam bidang tenaga kerja konstruksi perusahaan minyak dan gas bumi.

“Sebagai perusahaan training bertaraf internasional kita bangun di sini, progresnya cukup cepat, dari kurang lebih 5 bulan lalu sekarang sudah tahap 50 persen, tinggal nanti finishing-nya berupa pengiriman peralatan training. Harapannya finis 100 persen bulan April, sehingga kita bisa mulai training untuk mendukung proyek strategis di Bintuni, dan didukung tenaga kerja handal sekitar bulan Agustus atau September,” katanya di Bintuni.

Dikatakan, program training berlangsung selama 3-4 bulan mencakup tenaga konstruksi, dengan klasifikasi keahlian yakni pengelasan, scafolding, safety, dan lainnya.

Sarwono mengungkapkan, Petrotekno ini direncanakan akan menyiapkan sekitar 1000- 2000 tenaga kerja terlatih yang akan ditraining berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya untuk terlibat pada pembangunan Train 3 LNG Tangguh.

Sementara itu materi yang akan diajarkan sesuai dengan jurusan misalnya pengelasan atau standar keamanan. Namun peserta akan diberikan materi dasar seperti matematika dan bahasa inggris.

Untuk meninjau perkembangan pembangunan Pusat Pelatihan Teknik industri dan migas milik Petrotekni,  Bupati Petrus Kasihiw bersama kepala SKK Migas Pusat Amien Sunaryadi, Kepala perwakilan SKK Migas Papua Maluku (Pamalu) A. Rinto Pudyantoro, Head Of Country BP Indonesia Darmawan Samsu, mengunjungi tempat lokasi trrsebut.

Kepada wartawan Bupati Kasihiw  mengatakan semua menyangkut fasilitas pembelajaran ditanggung oleh petrotecno. Sementara pemerintah daerah akan menanggung operasional dan fasilitas gedung tempat pelatihan.

“Itu sudah diputuskan DPR kemarin, operasional disiapkan petro, kita yang menyelesaikan operasional gedung, semua yang menyangkut materi pembelajaran disiapkan petro, yang kita pemda biayayi adalah aset kita, kita enak, hanya siap gedung Petrotekno yang datang bawa uangnya dan lain blain, kalau dari sisi finansial kita tidak mendapatkan keuntungan apa- apa, tapi kita untung disisi peningkatan SDM,” kata Kasihiw.

Bupati juga mengatakan pemerintah akan meningkatkan SDM masyarakat secara menyeluruh, tapi tentunya semua dilakukan bertahap, mana saja yang akan menjadi perioritas atau mana yang belum. |Arif Triyanto

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: