Ketua DPW PKB Provinsi Papua Barat, Abdullah Gazam

Arah Dukungan Mengerucut, PKB Belum Berani Tentukan Sikap

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih

ragu dalam melabuhkan dukungan politik kepada pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Papua Barat 2017-2022. Sikap ini terkesan belum berani memutuskan sikap politik. Ketua DPW PKB Provinsi Papua Barat, Abdullah Gazam menyatakan, proses pendaftaran hingga seleksi berlangsung melalui proses yang cukup panjang telah menetapkan satu pasangan. “Belum ada keputusan secara resmi berupa Surat Keputusan. Kita sudah mengerucut ke salah satu pasangan kandidat. Kita masih pertimbangkan sambil melihat dinamika politik yang terus berkembang untuk  beberapa waktu kedepan,” kata Gazam, Kamis (11/8/2016). Sikap PKB dalam membaca dinamika politik jelang pilkada Papua Barat cukup jitu. Nama seluruh pasangan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah maupun bakal calon kepala daerah diusulkan ke DPP PKB. “Kita usulkan seluruhnya. Baik yang mendaftar secara resmi di partai maupun yang tidak mendaftarkan sama sekali. Belum tentu yang daftar itu serius untuk maju. Sebaliknya, yang tidak mendaftar tetapi dinamika politik, bisa saja didorong oleh partai,” ujar dia. Koalisi adalah pilihan mutlak yang tidak bisa dihindari bagi partai besutan Muhaimin Iskandar. Ini dikarenakan PKB hanya meraih tiga kursi saat pileg 2014 lalu. Otomatis, harus membangun koalisi agar bisa mengusung pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah pada pilkada Papua Barat 2017 mendatang. “Sejauh ini, sesama parpol masih saling mencari atau menggali informasi. Koalisi yang permanen itu belum. Masih penjajakan, kita masih ikuti alurnya ini sampai sejauh mana,” aku Gazam. Posisi tawar PKB dalam cukup berarti bagi setiap pasangan bakal calon dalam menentukan lolos tidaknya mereka sebagai kontestan pilkada Papua Barat. Menurut dia, posisi PKB saat ini diingkan oleh semua kandidat yang akan maju. “Satu kursi pun sangat menentukan. Hampir semua kandidat “kesulitan” meraih simpati partai politik karena dari sisi survei, hasilnya hampir merata. Ini masih akan terus berkembang. Kalau soal visi dan misi pasti semua sama. Untuk membangun kemajuan di Papua Barat,” ujar Gazam menambahkan. (ALF)

Tinggalkan Balasan