Suryopratomo

Arah Pembangunan di Papua Dinilai Tidak Jelas

JAKARTA, Cahayapapua.com— Ketua Forum Pemimpin Redaksi Media Indonesia, Suryopratomo memandang, bahwa persoalan yang terjadi di Papua – Papua Barat (Pabar) saat ini, bukanalah masalah anggaran, namun lebih pada ketidak-jelasan arah (Desain) Pembangunan.

“Yang menjadi masalah sekarang di Papua adalah bukan pada anggaran, karena anggaranya sudah diberikan cukup besar, tapi arah pembangunannya tidak jelas.” kata dia, saat ditemui usai membawakan materi pada kegiatan Pelatihan Wartawan Ekonomi di Gedung Bank Indonesia Jakarta Pusat,  Selasa (11/10).

Dia mengatakan Papua dan Pabar memiliki potensi alam yang melimpah yang semestinya dapat dimanfaatkan secara optimal. Dan jikalau pembangunan di dua daerah ini terarah secara jelas dan berlangsung secara inklusif. maka Pendidikan bagi masyarakat Papua dan Pabar dapat ditingkatkan, secara mandiri serta pembangunan akan berlangsung secara terarah.

”Anggaran itu tidak diarahkan untuk menggerakan ekonomi atau melibatkan dan dinikmati oleh banyak orang, melainkan hanya dinikmati oleh kelompok tertentu,” sebutnya.

Direktur Pemberitaan Metro TV ini menjelaskan, struktur pembangunan yang dilaksanakan di negara-negara maju, dunia usaha menjadi penggerak ekonomi dan pembangunan. Jika sektor usaha tidak mampu, BUMN hadir danjika dua hal tersebut tidak mampu pemerintah pun hadir melalui APBN.

Menurutnya, swasta, BUMN dan Dana ABPN merupakan kekuatan yang harus digunakan secara bersama-sama untuk membangun Indonesia dan membangun daerah. “Saat ini masih jalan sendiri-sendiri, bahkan diantara mereka saling bersaing,” ujarnya.

Dia mengutarakan, persoalan terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini adalah kesenjangan. Kesenjangan Papua dari daerah lain terjadi karena selama Indonesia merdeka pemerintah tidak memiliki desain yang jelas bagi pembangunan di daerah ini.

“Semua provinsi harus maju sama, termasuk Papua dan Papua Barat. Persoalanya adalah Indonesia begitu luas dari Sambang sampai Merauke, dengan tingkat ekonomi dan pendidikan yang beragam,” katanya.

Presenter acara Economic Challenges Metro TV ini menambahkan, pemerintah harus berupaya agar tingkat pendidikan disetiap daerah secara rata-rata menjadi lebih baik. ”Dalam kurun waktu 10 hingga 20 tahun kedepan pemerintah harus merubah demografi pendidikan dari piramida menjadi belah ketupat,” tutupnya. (IBN)

Tinggalkan Balasan