Pengukuran tanah perpanjangan dan perluasan landasan pacu Bandara Rendani Manokwari.

Area Pengembangan Bandara Rendani Mulai Diukur

MANOKWARI, Cahayapapua.com—- Usai meninjau lokasi pengembangan Bandar Udara Rendani, beberapa hari lalu, Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan, bersama sejumlah pihak, Sabtu (20/8) lalu kembali mengunjungi kawasan Rendani.

Kali ini Bupati memimpin rombongan untuk mengukur sejumlah titik di sekitar bandara untuk kepentingan perpanjangan dan pelebaran landasan pacu.

Berdasar pantauan Cahaya Papua, pejabat penting yang mendampingi bupati itu diantaranya Kepala Bandara Manokwari, Kepala Pertanahan Manokwari, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Inspektorat  Manokwari serta pihak konsultan. Sejumlah petugas tampak memasang patok di beberapa titik.

Setidaknya ada 12 patok yang telah dipasang oleh Pemkab Manokwari. Rencananya patok itu adalah penanda yang akan menjadi acuan batas luasan perpanjangan serta pelebaran landasan pacu. Proyek ini mencakup 700 meter (panjang) dan lebar 250 meter.

Sebelumnya, Demas mengatakan, perpanjangan landasan pacu Bandara Rendani  mulai dikerjakan pada tahun 2017. Sebagai tahap awal, Pemda Manokwari akan membebaskan lahan milik warga di ujung Bandara hingga batas Kampung Mandacan atau yang disebut warga setempat sebagai “Polisi Tidur 13”.

Demas juga mengatakan bahwa sosialisasi dan pendataan akan dilakukan menyasar warga sekitar yang terkena dampak. “Masyarakat yang terkena dampak perluasan tersebut mendapat ganti rugi sesuai dengan nilai jual objek pajak atau NJOP,” jamin Demas.

Pengukuran tanah yang dilakukan akhir pekan lalu dimulai dari ujung landasan yang berbatasan langsung dengan Kali Rendani. Pengukuran lahan dilanjutkan dengan memasang beberapa patok di areal Pantai Taman Ria serta beberapa pemukiman warga di Kompleks Taman Ria serta Jalan Esau Sesa.

Tak hanya rumah warga. Sejumlah fasilitas rumah ibadah akan terkena dampak termasuk balai benih ikan milik Pemkab Manokwari.(ACS)

Tinggalkan Balasan