Tim Arema Cronus berlatih di Lapangan Base Ball Komplek, Jakabaring Sport City Palembang, Minggu (2/10). Latihan itu dilakukan jelang babak semifinal ISL. Foto: Evan Zumarli/Sumatera Ekspres/JPNN

Arema Cronus ‘Diejek’ Persipura

PALEMBANG – Persipura Jayapura mungkin saja adalah rival terberat Arema Cronus dalam perebutan juara. Selama 90 menit pertandingan, Singo Edan dan Mutiara Hitam adalah musuh yang saling mengalahkan. Tapi, beda lagi ceritanya bila kedua tim bertemu di luar pertandingan. Minggu (2/11), dua tim tersebut berpapasan di lapangan baseball Jakabaring, kompleks luar Gelora Sriwijaya.

Sama seperti Arema, Persipura baru saja tiba pagi kemarin dan mendapatkan tempat latihan di lapangan baseball Jakabaring. Persipura berlatih pukul 15.00 WIB. Selama satu jam, skuad asuhan Metu Dwaramuri menjalani latihan di lapangan baseball yang letaknya berdekatan dengan Jakabaring, markas Sriwijaya FC.

Sekitar pukul 16.00 WIB, Arema tiba di lapangan basket. Pertemuan kedua tim pun tidak terelakkan. Persipura baru saja menyelesaikan latihan, sementara Arema hendak memulai latihan. Alberto Goncalves langsung turun dari bus dan meyambut para ofisial Persipura yang berasal dari Brasil.

Dengan ramah dan penuh tawa, Beto berbincang bersama ofisial Persipura. Gustavo Lopez pun tidak ketinggalan. Dia bertemu dengan Robertino Pugliara yang juga berasal dari Amerika Latin. Gustavo dan Robertino sama-sama berdarah Argentina, sehingga keduanya sangat mudah berbincang pakai bahasa Spanyol.

Victor Igbonefo, sangat dekat secara personal dengan Yoo Jae Hoon, kiper utama Persipura. Tak heran, begitu bertemu di luar lapangan, keduanya langsung berbicara dengan penuh keakraban. Yoo Jae Hoon pun sempat “mengejek” Victor yang masih saja memakai pakaian delapan besar meskipun sudah masuk semifinal.

“Ayo dong, jangan terlalu merendah begitu. Kenapa pakaiannya masih 8 besar padahal sudah masuk semifinal. Nanti bikin baju lagi ya,” kelakar Jae Hoon, yang disambut anggukan penuh tawa Victor. Paling menarik, tentu saja pertemuan antara Ruben Sanadi yang menampar Dendi Santoso, dengan para pemain Arema.

Tidak ada dendam yang terlihat baik dari pemain Persipura maupun Arema. Sembari penuh tawa, Ruben menyapa para pemain Arema, seperti Cristian Gonzales, Samsul Arif, dan termasuk Dendi Santoso. Lalu, El Loco juga menyempatkan bertemu dengan defender asing paling ditakuti di Indonesia, Bio Paulin.

Kedua pemain itu menyempatkan diri foto bersama. Menurut CEO Arema, Iwan Budianto, tidak boleh ada dendam dan rasa sakit hati setelah pertandingan 90 menit berakhir. “Kita hanya lawan 90 menit, di luar itu kita adalah saudara yang sama-sama hidup dari sepakbola, sama-sama berusaha memajukan sepak bola Indonesia,” tutup IB.

 

Sumber: JPNN

Tinggalkan Balasan