Anggota DPRD Papua Barat, Saharudin, mengunjungi Kampung Beimes Bintuni baru-baru ini. Foto : CAHAYAPAPUA.com | Ari Murti

Aspirasi Warga Bintuni, dari Rumah sampai Jalan

Anggota DPR Papua Barat Saharudin. Foto: CAHAYAPAPUA.com | Ari Murti

Anggota DPR Papua Barat Saharudin. Foto: CAHAYAPAPUA.com | Ari Murti

BINTUNI,CAHAYAPAPUA.com– Anggota DPR Papua Barat asal kabupaten Teluk Bintuni Saharudin dan Elias Lamere melakukan kunjungan kerja dan menggelar pertemuan dengan masyarakat kampung di Distrik Bintuni, Senin (5/1/2015).

Pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah kepala kampung dan masyarakat dipusatkan di Balai Kampung Beimes.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama beberapa jam berhasil menjaring sejumlah aspirasi masyarakat. Aspirasi tersebut antara lain keinginan masyarakat agar dibangun perumahan yang layak, infrastruktur jalan, hingga kenaikan gaji kepala kampung.

Yusak Iba, salah satu warga meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat agar mempercepat perbaikan jalan trans Papua Barat, Bintuni – Manokwari. Selain itu ia meminta agar SK kampung pemekaran menjadi kampung definitif dapat segera dirampungkan.

Yusak juga meminta agar daerah mampu mengatur persoalan miras dalam bentuk peraturan daerah agar tercipta rasa aman di masyarakat. Sementara itu Kepala Kampung Beimes, Benias Iba meminta agar ada perbaikan rumah penduduk yang semula terbuat dari papan menjadi rumah tembok. Termasuk perbaikan jalan kampung.

Menanggapi hal itu Saharudin, anggota DPRD Papua Barat dari PPP berjanji akan membawa aspirasi masyarakat ke Pemerintah Provinsi.“Salah satu tujuan kami turun di sini adalah turun untuk mendengar langsung apa yang disampaikan oleh masyarakat,”ujarnya.

Ia mengaku pihaknya adalah perpanjangan lidah masyarakat, sehingga semua aspirasi akan menjadi masukan bagi Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk mensejahterahkan masyarakat.

Dijelaskan pada tahun ini, pemerintah provinsi akan menurunkan sejumlah program untuk Kabupaten Teluk Bintuni. Saharudin menyebutkan sejumlah program tersebut diantaranya pembangunan terminal B yang berlokasi tidak jauh dari kantor Bupati Teluk Bintuni.

“Terminal B ini tujuan adalah nanti mobil-mobil yang ada dari Manokwari tidak bisa langsung ke Kota Bintuni melainkan harus singgah di terminal. Jadi nanti mobil-mobil kecil yang datang angkut masyarakat ke kampung-kampung. Ini menjawab aspirasi masyarakat yang kaitannya dengan akses transportasi yang ada,” jelasnya.

Selain itu juga pada tahun ini akan dibangun infrastruktur jalan tahap pertama dari Distrik Moskona Timur menuju Moskona Utara. Dana yang digelontorkan untuk pembangunan ini dikatakan cukup besar sekitar 7,5 Miliar Rupiah.

“Karena daerah pedalaman biayanya tidak sedikit. Kalau jalan sudah bagus maka beban sudah ringan,” ujarnya.

Pemerintah provinsi juga berencana membangun fasilitas solar cell untuk masyarakat Kuri. Karena menurutnya masyarakata di Kuri hingga saat ini masih kekurangan fasilitas penerangan.Terkait SK kampung yang telah definitif, Saharudin berjanji akan terus mendorong sehingga dapat segera ditetapkan.

Sementara itu Anggota DPRD Papua Barat dari Partai Golkar, Elias Lamere mengungkapkan bahwa kedepan desa atau kampung dan distrik akan mandiri secara otonom. Sehingga kepala kampung akan diberi kewenangan untuk mengurus masyarakatnya dan kelola anggaran sendiri.

“Kedepan kepala kampung berperan untuk mengatur anggarannya sendiri. Jadi kampung yang mengatur semua.  Itu sebabnya kepala kampung punya aparatur harus kuat, karena anggaran desa maka BPK akan turun periksa,” jelasnya.

Selain itu pendapatan kampung juga akan dikelola sendiri untuk membangun kampung, sehingga kedepan diharapkan masyarakat secara mandiri bisa membangun kampung. | ARI MURTI

Tinggalkan Balasan