Ilustrasi

Asrama Dipalang, Mahasiswa Tambrauw Minta Pemkab Turun Tangan

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Asrama mahasiswa Tambrauw yang terletak di Jalan Amban Permai, Kelurahan Manokwari Barat, Manokwari, sejak Sabtu (12/9) lalu diblokade oleh pemilik hak ulayat setempat. Akibatnya, separuh penghuni asrama, memilih tinggal di luar.

Menurut Ketua Ikatan Mahasiswa Tambrauw, Hugo Asrouw, pemalangan itu didasarkan atas adanya sengketa mengenai pembayaran tanah yang kini menjadi lokasi asrama. Sejumlah upaya sudah dilakukan oleh para penghuni asrama namun pemilik hak ulayat tetap pada pendiriannya.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pemilik hak ulayat. Kami dengar mereka sudah menyurat ke polisi. Mereka minta kehadiran pihak kedua yang menjual tanah ini kepada Pemda Tambrauw. Itu sebabnya kami minta Pemda Tambrauw turun tangan memediasi masalah ini,” ucapnya, Selasa (15/9) di Kantor KNPI Manokwari.

Menurut Hugo, aksi pemalangan ini sudah terjadi 3 kali untuk alasan yang sama. Alhasil separuh dari 60 penghuni asrama ini pun memilih tinggal di luar asrama karena merasa terganggu.

Selain peran Pemkab ia juga meminta agar polisi ikut mengambil langkah dengan menghadirkan pihak kedua yang menjual tanah ini ke Pemda. “Kami sudah komunikasi dengan Pemda tapi belum ada tanggapan serius,” ucapnya. |PATRIX B. TANDIRERUNG