Tim dari Australia Award berfoto bersama Asisten II dan para PNS peserta sosialisasi program beasiswa S-2 ke Australia. Foto: CAHAYAPAPUA.com | Zack Tonu Bala

Australia Siapkan Beasiswa Magister untuk PNS Manokwari

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com Pemerintah Australia melalui program Australia Award membuka kesempatan bagi para PNS di kabupaten Manokwari yang ingin melanjutkan studi ke jenjang masters (S-2) dan doktor (S-3) di sejumlah universitas ternama di negeri kanguru itu. Kesempatan ini juga terbuka bagi masyarakat umum termasuk kaum difabel.

Provinsi Papua Barat merupakan satu dari 5 provinsi di Indonesia sebagai wilayah geografis yang menjadi fokus program beasiswa ini. Adapun 4 provinsi lainnya adalah Aceh, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Papua.

Tim dari Australia Award menyosialisasikan program beasiswa ini kepada para PNS Pemkab Manokwari, Selasa (2/12) di ruang Sasana Karya kantor bupati Manokwari di Sowi Gunung.

Ada 4 bidang studi prioritas yang bisa diambi yakni pertama, pertumbuhan berkelanjutan dan manajemen ekonomi, kedua, demokrasi, keadilan dan pemerintahan yang baik, ketiga, investasi untuk pembangunan manusia dan keempat, keamanan dan kedamaian.

“Ini kesempatan untuk calon-calon pemimpin di daerah untuk memiliki kualifikasi yang diakui secara internasional. Menjadi pemimpin itu kan tidak harus jadi kepala daerah, tetapi paling tidak menjadi pemimpin di instansi masing-masing, “ kata Tutik Rahayu, staf Australia Award dalam paparannya.

Tutik didampingi Yuliawati, staf dari kedutaan besar Australia di Jakarta dan Eibenheizer, staf dari sekretariat negara (Setneg).

Adapun persyaratan umum lain yang wajib dipenuhi antara lain, usia tidak melewati 42 tahun pada saat penutupan pendaftaran, IPK minimal 2,75, untuk jenjang masters sekurang-kurangnya nilai kecakapatan berbahasa Inggris (IELTS) 5,0 atau 500 untuk paper-based TOEFL atau 59 untuk internet-based TOEFL.

Sementara untuk jenjang doktor, nilai kecakapan bahasa Inggris sekurang-kurangnya 6,0 atau 550 untuk paper-based TOEFL atau 79 untuk internet-based TOEFL. Pendaftaran mulai dibuka pada 1 Februari 2015 dan ditutup pada 30 April 2015.

Untuk tahun 2015, program ini membuka kesempatan bagi 400 lebih pelamar, di mana 50 persen disiapkan untuk kaum perempuan. Jumlah ‘kuota’ ini meningkat hampir dua kali lipat dibanding edisi tahun 2013.

“Manfaatkan kemudahan ini karena untuk Papua Barat karena menjadi wilayah fokus IPK lebih minim dari provinsi lain yakni 2,75. Kalau di wilayah yang bukan fokus geografis IPK-nya paling kurang 2,9, “ tambah Yuliawati.

Asisten II Sekda Beni Saiba yang mewakili Bupati Bastian Salabai saat membuka kegiatan tersebut mengimbau para PNS terutama masih berusia di bawah 40 tahun memanfaatkan kesempatan langka tersebut.

“Ini kesempatan bagus untuk menambah ilmu dan menunjang karier adik-adik semua, “ pesan Saiba. |ZACK TONU BALA

 

EDITOR: BUSTAM

Tinggalkan Balasan