Direktur Bina Ketenagaan dan Pemasyarakatan Badan SAR Nasional, Brigjen TNI (Mar) Suprayogi memberi sambutan dalam forum koordinasi potensi pencarian dan pertolongan daerah tahun 2015 Papua Barat di Manokwari kemarin. Rapat tersebut merupakan bagian dari upaya daerah melakukan mitigasi bencana.

Badan SAR Tingkatkan Koordinasi

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com – Badan SAR dalam sehari, kemarin, menggelar tiga kegiatan sekaligus secara terpisah. Dua kegiatan digelar di sebuah hotel di Manokwari, sementara satu kegiatan difokuskan di kantor Badan SAR Manokwari.

Dua kegiatan yang digelar disatu tempat yakni hotel Aston Niu Manokwari. Kegiatan pertama adalah rapat Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan Korban Kecelakaan dan Bencana Daerah (FKP3D) terhadap upaya mitigasi kecelakaan, bencana dan kondisi membahayakan jiwa manusia di wilayah Papua Barat.

Direktur Bina Ketenagaan dan Pemasyarakatan Badan SAR Nasional, Brigjen TNI (Mar) Suprayogi, menyatakan, rapat koordinasi tersebut digelar dengan kata kunci bahwa setiap kecelakaan maupun bencana dan kondisi yang membahayakan jiwa manusia tidak bisa diprediksi sehingga penting untuk melakukan rapat koordinasi.

Rapat tersebut membahas kecelakaan penanganan pada moda transportasi (darat, laut dan udara), bencana (gempa bumi, tsunami, tanah longsor, banjir bandang hingga angin puttng beliung), dan kondisi membahayakan jiwa manusia seperti orang tenggelam, orang tersesat digunung atau hutan dan orang terjebak direruntuhan bangunan.

“Basarnas melalui rapat FKP3D ini berharap dapat merapatkan barisan seluruh potensi SAR guna membentuk wadah atau forum potensi SAR utuk memaksimalkan response time saat terjadi musibah,” kata Suprayogi. Rapat tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota, BPBD, TNI, Polri, Swasta, Akademisi, Ormas, LSM dan potensi SAR lainnya.

Selain itu ditempat yang sama SAR juga digelar pameran SAR dan sosialisasi program SAR Goes To School. “Program SAR Goes To School untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang SAR sejak dini. Juga untuk menanamkan pemahaman SAR, khususnya self rescue bagi pelajar, sehingga pada saat terjadi musibah mereka mampu menyelamatkan diri masing masing atau bahkan dapat menolong orang disekitarnya.”

Secara terpisah kantor SAR Manokwari dihari yang sama juga menggelar pelatihan SAR High Angle Rescue Technique (HART) kepada ‘potensi’ SAR Papua Barat yang diharapkan dapat menciptakan pionir-pionir SAR di Papua Barat dalam menghadapi musibah. |RIZALDY