Tim Badminton Papua Barat di nomor perorangan putri saat berhadapan dengan tim Sumatera Selatan. Foto: CAHAYAPAPUA.com | Adith Setyawan

Badminton Papua Barat Kalah Dinomor Tunggal Putri dan Putra

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Tim Bulu Tangkis Putri Papua Barat harus mengakui ketangguhan tim Sumatera Selatan setelah kalah 2 set berturut-turut di nomor pertandingan perorangan pada PON Remaja 1 di Surabaya, Jawa Timur. Papua Barat kalah dengan skor telak 11-21 dan 1-21.

Papua Barat juga kalah dua set berturut-turut dengan skor 18-21 dan 17-21 melawan Provinsi Maluku Utara pada nomor tunggal putra.

Pertandingan yang berlangsung di GOR Badminton Soedirman Surabaya Jawa Timur pada, Senin (8/12/2014),itu disaksikan ratusan penonton.

Kurang konsentrasi dan faktor stamina disebut-sebut sebagai penyebab kekalahan Papua Barat dalam dua nomor tersebut.

Pelatih mengatakan kurangnya jam terbang dan kelelahan membuat Papua Barat tersingkir.“Kami harus akui lawan-lawan yang kami hadapi jauh lebih siap ketimbang kami, karena mereka sudah mempunyai persiapan sejak usai dini, dimana lawan-lawan kami sudah mengantongi jam  terbang yang cukup dikancah nasional, sedangkan kami masih sangat kurang,”kata pelatih Badminton Papua Barat, Romano.

Romano menambahkan, untuk meraih kesuksesan kedepan, maka setiap pihak harus bantu membangun olahraga Badminton di Papua Barat dengan menggelar iven di beberapa daerah.

“Kurang jam terbang karena kami minim iven dan itu berpengaruh pada atlet. Apalagi saat ini kami bermain di level nasional, mungkin mereka ini menjadi nomor satu di daerah tapi saat ke kancah nasional mereka punyabanyak saingan. Jika mereka punya jam terbang yang banyak saya rasa Papua Barat bisa berbicara di cabang olahraga ini,”tegasnya.

Dua atlet badminton yang harus kalah dibabak pertama PON remaja adalah Sari Novy Prata dan Taufik Ariyanja yang bermain di nomor perorangan putri dan putra.

Tim Badminton Papua Barat masih menyisakan satu laga dinomor pertandingan ganda campuran yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, (9/12/2014), di tempat yang sama. | ADITH SETYAWAN

 

EDITOR- DUMA TATO SANDA

Tinggalkan Balasan