Rapat koordinasi Tim Kelistrikan Pemda dan PLN di ruang rapat Sekretariat Daerah, komplek perkantoran Bupati, SP 3, Distrik Manimeri, Jumat (17/2)

Bahas Kelistrikan, Pemda Bintuni dan PLN Rapat Koordinasi

BINTUNI, Cahayapapua.com— Menindak lanjuti penyelesaian permasalahan kelistrikan, tim dari Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dan PLN menggelar rapat koordinasi di Ruang Rapat Sekretariat Daerah, Kantor Bupati, SP 3, Distrik Manimeri , Jumat (17/2).

Rapat ini yang dipimpin langsung oleh Plt. Sekda Gustaf Manuputty menghasilkan beberapa poin kesepakatan, diantaranya, akan dilakukan verifikasi data Tunggakan Susulan (TS) bersama oleh kedua belah pihak di kantor PLN Rayon Bintuni, Tim PLN diminta untuk kembali melakukan verifikasi data tunggakan listrik masyarakat guna mengetahui secara pasti pelanggan masyarakat yang tidak mampu.

“Kita sudah bekerja sekitar kurang lebih dua minggu. Hari ini dari tim PLN  dan Tim dari Pemda duduk bersama untuk melakukan pembicaraan terkait dengan kelistrikan.

Tagihan ada dua bagian yakni tagihan susulan yang terkait dengan pelangggaran, hasilnya sudah ada titik terang akan dilakukan verifikasi antara Tim PLN dan Pemda hari ini (Jumat red) juga, dan hasil verifikasi anggrannya akan dituangkan pada berita acara. Kemudian yang kedua terkait tunggakan listrik pelanggan masyarakat,” kata Ketua Tim Penormalan Kelistrikan Bintuni PLN Area Manokwari, Simon Janu.

Lebih jauh Mantan Manajer PLN Rayon Bintuni mengungkapkan dengan adanya kerjasama antara kedua tim ini bisa melakukan pembenahan kelistrikan semaksimal mungkin. Sehingga kedepan sudah tidak ada lagi pelanggan yang menunggak.

Janu mengatakan setelah dua poin tersebut diselesaikan, Tim PLN dan Pemda akan kembali bertemu untuk membahas tindak lanjut kerja sama STO (Serah Terima Operasi).

“Kami hari ini baru menyampaikan garis besar draf, setelah itu, kalau memang draf yang kami serahkan ke Bappeda disetujui, dan dua poin tadi telah selesai, kita akan lakukan penandatanganan MoU dan berita acara serah terima operasi,” katanya.

Sementara Plt. Seka  Gustaf Manuputty mengatakan verifikasi data yang akan dilakukan tersebut dapat diselesaikan secepat mungkin dan sebaik-baiknya. Sehingga proses kerjasama STO dapat juga diselesaikan.

Manuputty juga berharap kepada Tim Pemda untuk terus bekerja membantu PLN melakukan verifikasi data dilapangan. Karena untuk menentukan pelanggan yang tidak mampu sangat sulit tanpa kerjasama yang baik.

“Saya berharap Tim bekerja dan terus bekerja menyelesaikan kesepakatan ini, Nanti dari Dinas Sosial mencocokan data pelanggan tidak mampu dengan PLN, Kepala Distrik Bintuni dan Manimeri juga ikut membantu karena yang mempunyai wilayah. Bisa menyampaikan informai yang benar terkait akan turunnya tim ini,” kata Manuputty.

Dikatakannya, pertemuan lanjutan akan dilakukan kembali setelah proses pendataan verifikasi data yang akan dibagi menjadi beberapa formula yakni pelanggan Asli Papua-Non Papua, pelanggan tidak mampu, pelanggan daya 450 dan 900, dan pelanggan yang menunggak diatas lima tahun. Untuk kepastiannya belum bisa dipastikan, namun diharapkan bisa secepatnya.

Dari data PLN yang disampaikan dalam rapat tersebut, yakni jumlah Tunggakan Susulan (TS) kantor dan gedung milik pemda mencapai kurang lebih Rp. 3,1 miliar lebih. Sementara tunggakan pelanggan masyarakat, mencapai kurang lebih Rp. 3,8 miliar lebih. (ART)

Tinggalkan Balasan