Bupati Teluk Bintuni Alfons Manibui Potret saat mengunjungi Moskona Utara | CAHAYAPAPUA.com | Ari Murti

Bandar Udara Moskona Utara Bintuni Akan Diperpanjang

BINTUNI,CAHAYAPAPUA.com—- Kabupaten Teluk Bintuni merupakan kabupaten terluas di Papua Barat yang hingga saat ini masih terdapat sejumlah wilayah terisolir. Untuk menjangkaunya dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, karena medan yang cukup berat dan pada umumnya terdapat daerah pegunungan.

Satu-satunya transportasi yang bisa menuju kesana adalah pesawat udara berbadan kecil, dikarenakan fasilitas bandara yang tersedia masih seadanya.

Untuk mengetahui kondisi Moskona Utara, belum lama ini Bupati Teluk Bintuni, Alfons Manibui melakukan kunjungan kerja ke daerah tersebut.

Bupati saat dikonfirmasi menegaskan bahwa untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang transportasi, pihaknya akan berupaya memperpanjang landasan bandara Moskona Utara.

Dikatakan satu-satunya solusi saat ini untuk mempercepat pembukaan isolasi daerah moskona, yaitu melalui peningkatan fasilitas transportasi udara.

“Satu-satunya jalan yaitu kita bangun bandara dulu. Kalau jalan masih terlalu lama, kalau kita bangun jalan tidak tahu berapa tahun. Yang paling cepat sebetulnya bangun bandara, supaya Susi Air bisa masuk.Tapi kalau mau bangun bandara dengan kondisi alat tidak bisa naik ke atas, maka susah dan biayanya akan sangat mahal kalau bangun itu juga,” jujurnya.

Diakui selama ini pembangunan bandara masih dilakukan secara manual, yaitu menggunakan tenaga manusia dan alat seadanya. Pembiayaan yang diberikan untuk peningkatan fasilitas bandara telah dianggarakan selam dua tahun berturut-turut. Namun hasil yang diperoleh belum nampak, karena pekerjaannya dilakukan oleh masyarakat setempat dengan menggunakan alat seadanya.

Karena dirasa memakan waktu lama, maka mulai tahun ini Bupati berencana akan meningkatkan pembangunan landasan udara dengan menggunakan alat berat. Namun kendala yang dihadapi adalah tingkat kesulitan untk memasukan alat berat ke Moskona Utara, karena medan yang sangat berat.

“Saya harus membangun bandara, jadi karena terisolir maka membangunnya harus dengan teknologi. Alat berat harus dikirim ke sana, kontraktor benar yang harus dikirim ke sana. Apa yang kita pakai dua tiga tahun ini memanfaatkan masyarakat kerja manual dan itu tidak bisa selesai, sudah bertahun-tahun baru 200 meter. Mau tunggu berapa tahun lagi?,”  tandas bupati. |ARI MURTI

Tinggalkan Balasan