Warga pemilik hak ulayat tanah lokasi Bandara baru di Mawoy sewaktu mengikuti pertemuan membahas status tanah.

WASIOR, Cahayapapua.com— Kehadiran Bandar Udara baru Kabupaten Teluk Wondama yang direncanakan berlokasi di Mawoy, Kampung Dotir, Distrik Wasior diharapkan membawa dampak positif baik secara ekonomi maupun sosial terutama bagi masyarakat sekitar kawasan Bandara.

Ketua DPRD Kabupaten Teluk Wondama Kuro MR. Matani menyatakan warga sekitar hendaknya mendapat prioritas dalam hal perekrutan tenaga kerja sejak pembangunan fisik hingga Bandara beroperasi nantinya.

“Kalau Bandara terbuka maka akan membuka lapangan kerja untuk masyarakat. Kita harapkan masyarakat yang ada di sekitar Bandara yang sudah melepas tanah mereka, mereka yang diberdayakan, “ kata Kuro pada saat pertemuan membahas tanah Bandara, Selasa (23/1)  di kantor kampung Dotir.

Wakil Bupati Paulus Indubri menyatakan, Pemda akan mendorong anak-anak muda di kampung sekitar Bandara agar bisa bekerja di Bandara.

“Kita harapkan ada anak-anak dari kampung di sekitar Bandara ini yang paling tidak bisa menjadi pemandu pesawat. Itu akan menjadi kebanggaan bagi kampung ini. Kita harus bisa jangan semua didatangkan dari luar. Ke depan baru kita pikirkan agar ada anak Wondama yang juga bisa jadi pilot, “ kata Indubri pada kesempatan yang sama.

Sebelumnya, M. Marani salah seorang perwakilan marga pemilik tanah Bandara menyatakan, lokasi di  Mawoy yang bakal dijadikan Bandara sebagian besar merupakan lokasi kebun warga. Secara turun temurun, warga Kampung Dotir menggantungkan hidup dari hasil kebun di kawasan itu.

“Mawoy adalah harta bagi kami orang Dotir. Sekarang tempat itu kami lepas untuk Pemda berarti kami telah melepas harta kami. Karena itu kami mohon pemerintah perhatikan kami, terutama nasib anak-anak kami ke depan, “ ujar Marani. (brv)

Leave a Reply