Barnabas Dowansiba
Barnabas Dowansiba

Bangun Sekolah di Papua Harus Perhatikan Geografis

MANOKWARI, Cahayapapua.com—  Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Manokwari, Barnabas Dowansiba menegaskan, jika pembangunan sekolah di Papua ikuti aturan yang berlaku, maka akan banyak angka putus sekolah. Hal ini terkait kondisi dan geografis daerah yang memerlukan kebijakan dalam dunia pendidikan.

Keberadaan sekolah di suatu tempat, diperlukan usulan dengan melihat data penduduk dan anak usia sekolah tanpa memperhatikan jarak dari sekolah lain yang terdekat. Padahal sebuah lokasi dengan jumlah 10 anak memiliki hak pendidikan yang sama dengan lokasi yang memiliki 30 anak usia sekolah.

“Jika tidak dibangun sekolah dilokasi yang memiliki 10 anak, maka, setiap tahunnya akan ada 10 anak yang putus sekolah padahal hak mereka ada. Kita di Papua masalah infrastruktur dan geografis kita berbeda, jika diterapkan akan sangat merugikan,” paparnya, menanggapi banyak sekolah yang dibangun namun siswanya hanya sedikit.

Dinas pendidikan sendiri hanya menerapkan standar pembangunan sekolah pada daerah perkotaan saja, sedangkan untuk daerah-daerah pinggiran diakuinya harus menabrak aturan yang berlaku agar semua orang Papua memiliki hak untuk belajar yang sama.

“Kalau aturan nasional diterapkan, maka akan banyak masyarakat saya yang tidak bersekolah. Sekarang yang baik yang mana, mau mereka putus sekolah atau aturan yang dilanggar karena jumlah penduduk tidak menjangkau,” tambah Barnabas.

Diketahui, pemerintah pusat selalu mendengungkan untuk menurunkan angka putus sekolah, namun aturan yang digunakan masih cukup sulit dilaksanakan. Langkah-langkah bijak harus diambil untuk merealisasikannya di daerah. (ACS)

 

Tinggalkan Balasan