Volume air di sungai Wosi, Manokwari Barat, meningkat setelah Manokwari diguyur hujan deras selama 3 jam, kemarin. Sejumlah rumah di kawasan kampung Bugis yang terletak di bataran sungai, diterjang banjir kiriman dari luapan sungai ini.

Banjir Rendam Manokwari

MANOKWARI, Cahayapapua.com—– Hujan deras yang menguyur Manokwari dan sekitarnya selama 12 jam lebih, kemarin, menyebabkan sejumlah pemukiman di Manokwari terendam banjir. Beberapa jalan utama juga digenangi air sehingga menghambat pergerakan kendaraan.

Banjir salah satunya terjadi di Kampung Bugis, Kelurahan Wosi. Di lokasi ini, warga melaporkan air mengenangi hampir 60 persen daerah pemukinan padat penduduk tersebut. Air mencapai ketinggian bervariasi, dari 10 – 70 centi meter.

Indah Permanasari, warga setempat, mengatakan, banjir yang berasal dari luapan sungai di sebelah pemukiman tersebut, mulai terjadi sekitar jam 10 malam. “Air tiba-tiba naik dari lubang dapur dan pintu,” kata Indah kemarin malam sekitar jam 12.

Rumah kontrak dua wartawan yang bermukim di daerah itu, masing – masing kontributor Antara dan ANTV juga digenangi banjir. “Di kompleks ini dua pekan lalu, air hanya mengenangi beberapa rumah, namun kali ini air naik lebih tinggi dan menyasar lebih banyak rumah.”

Warga yang rumahnya digenangi air cukup tinggi kemarin malam masih memilih bertahan di lantai II masjid di kompleks tersebut, termasuk di rumah- rumah keluarga mereka yang berlantai II.

Banjir juga dilaporkan terjadi di kompleks Tanimbar, Kelurahan Wosi. Air dilaporkan warga berasal dari luapan sungai di sekitar wilayah itu.

Beberapa titik jalan utama di Kota Manokwari kemarin malam juga digenangi air, salah titik yang cukup parah berada di Esau Sesa.

Di tempat terpisah berjarak sekitar 90 kilo meter dari Kota Manokwari, tepatnya di distrik Sidey, puluhan rumah digenangi air setinggi hampir 1 meter. Jembatan beton yang ada di distrik tersebut juga dilaporkan terputus.

Warga saat ini berada dalam keadaan tidak tenang karena takut banjir besar yang masih mungkin terjadi. Sampai berita ini naik cetak hujan disertai petir dan guntur yang menggelegar dilaporkan masih berlangsung di Sidey.

“Guntur, petir dan hujan yang tak henti-henti membuat warga tegang, ditambah mati lampu,” kata Zulkifli, warga Sidey melalui pesan pendek kepada Cahaya Papua.

Rabu lalu banjir juga terjadi di dua kampung di satuan pemukiman 3 distrik Prafi. Bahkan jalan penghubung salah satu kampung di wilayah itu melalui bendungan terputus disapu banjir yang membawa material kayu dan batu.

Hujan menguyur Manokwari dan sekitarnya sejak dua pekan terakhir. Kemarin malam hujan terjadi cukup lama, sejak pukul 13.30 hingga 22.30 WIT. Hingga pukul 24.00 WIT hujan gerimis masih berlangsung.

Sementara itu nasib 6 orang warga yang dilaporkan hilang di satu kampung setelah hujan menyapu wilayah Pegunungan Arfak beberapa hari lalu sampai kemarin malam belum mendapat kepastian.

Nomor Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Papua Barat Derek Ampnir yang coba dihubungi Cahaya Papua belum tersambung. (ACS/MAR)

Tinggalkan Balasan