Warning: include(/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include(/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include(): Failed opening '/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php') in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include_once(/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 90

Warning: include_once(): Failed opening '/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php') in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 90

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php:70) in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-phase2.php on line 1164
Banjir, warga tutup jalan desak Pemda hentikan pembukaan Hutan Rendani - Cahaya Papua
Potret Banjir Manokwari beberapa pekan lalu.

Banjir, warga tutup jalan desak Pemda hentikan pembukaan Hutan Rendani

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Kerusakan hutan Wosi Rendani telah berdampak langsung terhadap warga yang tinggal di sekitar Jalan Esau Sesa atau Jalan Baru, tepatnya di RT 2/RW 7, Kelurahan Wosi.

Warga di lokasi tersebut, Selasa (13/2), kebanjiran. Jalan lingkungan yang melintas di depan rumah mereka dipenuhi air yang berasal dari bukit Hutan Wosi Rendani.

Bukan sekali, banjir di lokasi tersebut menurut warga hampir rutin dalam beberapa tahun terakhir, pasca Hutan Wosi Rendani dibuka secara luas untuk kepentingan pemukiman.

Banjir tersebut membuat warga RT 2/RW 7 marah. Mereka akhirnya menutup jalan Esau Sesa, Rabu (14/2), selama satu jam dari pukul 09.00 sampai 10.00 WIT.

“Kami marah karena ada yang masih menggusur gunung sejak tahun 2013 sampai sekarang dan akhirnya kami kena dampak banjir Selasa dinihari,” ujar Neli Wainarisi, warga RT 2/RW 7 Wosi.

Neli berharap pemerintah bertindak tegas dengan menghentikan kegiatan pembukaan gunung di Hutan Wosi Rendani. “Karena hampir tiap musim hujan kami menderita.”

Banjir tersebut seperti pengakuan warga lain, mengakibatkan rumah mereka digenangi air hampir satu setengah meter dan hampir saja menyeret seorang anak.

“Banjir itu hampir menyeret cucu saya Risaldo, untung salah satu cucu saya Korneles dengan cepat menyelamatkan Risaldo,” kata Dorce Webory, warga korban banjir RT 2/RW 7 Wosi.

Menurut Dorce, selain karena dampak pembukaan Hutan Wosi Rendani, gorong-gorong jalan utama yang tak jauh kompleks mereka tersumbat dengan berbagai macam material. Gorong-gorong yang tersumbat membuat air tidak mengalir sehingga meluap ke pemukiman mereka.

“Pemerintah harus membongkar gorong-gorong dan buat jembatan agar air mengalir dengan lancar, tidak tersumbat seperti saat ini dan tidak menggenangi rumah kami lagi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan agar pemerintah bertindak tegas dengan menghentikan oknum-oknum yang merusak Hutan Wosi Rendani.

Luapan emosi warga yang menutup Jalan Esau Sesa memaksa sejumlah pejabat daerah di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari ikut turun jalan. Mereka terlihat di sekitar lokasi, membantu mempercepat jalan untuk dibuka.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manokwari Wempy Bandung misalnya. Wempy terlihat memastikan langsung sistem drainase di sekitar lokasi tersebut. Dia mendapati tumpukan pasir, sampah dan kayu dalam jumlah banyak di dalam drainase.

Di gorong-gorong dia mendapati terjadi penyempitan karena banyaknya material potongan kayu, lumpur hingga sampah rumah tangga termasuk ban bekas. “Semua potensi yang menyebabkan genangan sehingga mengakibatkan air meluap akan kami atasi,” kata dia.

Dia mengatakan bersama balai Jalan 17 Papua Barat akan secepatnya menyelesaikan persoalan penataan jalur air yang menyebabkan banjir di daerah itu.

“Harus ada jembatan supaya debit air yang banyak bisa teraliri. Kami juga meminta warga agar tidak membuang sampah karena dapat menyebabkan penyumbatan dan masyarakat yang jadi korban,” tambah Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Manokwari, Sumedi.

Sementara itu jalan yang sempat ditutup oleh warga menyebabkan macet cukup panjang. Pengendara yang terjebak di jalan tersebut tidak sedikit yang memutar balik, mencari jalur alternatif untuk menuju ke kantor ke arah kota maupun sebaliknya.

Jalan tersebut baru dapat dibuka satu jam kemudian, sekitar pukul 10.00 WIT setelah pihak Kepolisian Resor Manokwari bersama Satpol PP mencapai negosiasi dengan warga. |Safwan Ashari Raharusun

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: