Kantor bupati Manokwari. Foto: Flikr.com

Bank Tolak Usulan Pencairan Dana Pemda Manokwari

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com— Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Kabupaten Manokwari, Fery Lukas mengakui sejumlah SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) yang dikeluarkan pemda ditolak oleh pihak perbankan.

Kata Fery penolakan itu karena tidak ada ketersediaan dana milik pemda. “Pencairan itu berkaitan dengan kegiatan fisik dan beberapa kegiatan pengadaan. Sekiranya jumlah SP2D mencapai puluhan,” kata Ferry baru-baru ini.

Kendati mencapai puluhan, Ferry mengungkapkan jumlah nominal dari total SP2D itu mencapai Rp 9,6 miliar lebih. Kekurangan tersebut, kata Ferry, karena pemda mengestimasikan pendapatan yang terlampau tinggi di dalam APBD 2014.

“Jumlahnya banyak, tapi nilainya kecil-kecil yaitu 5 persen saja. Dan kita akan bayarkan setelah penetapan APBD induk 2015. Kekurangan ini karena target tidak tercapai,” kata dia.

Ketua Komisi C DPRD Manokwari, Aman Sudibyo mengatakan SP2D yang ditolak awalnya karena alasan dana milik perbankan tidak ada. Namun menurut politisi Golkar ini hal itu sulit diyakini. Yang terjadi adalah pemda mengalami kekurangan dana.

“Kami harapkan kekurangan akibat penolakan sejumlah SP2D, harus dibayarkan, agar tidak lagi menjadi utang pemerintah daerah. Termasuk kegiatan luncuran yang dilaksanakan tahun 2015. Kedepan jangan lagi ada seperti itu,” tukasnya.

Ketua Komisi B, Yubelina Kumendong mengatakan estimasi pendapatan yang terlampau tinggi membuat pemerintah daerah terbebani. Sementara realisasi pendapatan jauh dari target.

“Estimasi pendapatan APBD 2014 berkisar Rp 940 miliar lebih, namun realisasinya hanya sebesar Rp 800 miliar lebih. Tahun ke tahun pendapatan daerah tidak menunjukan peningkatan. Yang berubah hanya nilai ratusan saja belum signifikan,” kata anggota komisi B, Romer Tapilatu.

Yubelina Kumendong mengatakan seharusnya untuk meningkatkan pendatapan, pemerintah harus kreatif menggenjot potensi-potensi PAD. Seperti penarikan retribusi maupun pajak.

“Hampir 10 tahun kita sudah ada perdanya. Tapi kenapa tiap tahun kita lihat pendapatan belum signifikan. Perlu kreatifitas dan lobi-lobi yang kuat. Jika penarikan retribusi dioptimalkan sebenarnya pendapatan bisa tingkatkan target pendapatan,” ujar Romer. |CR-73

Tinggalkan Balasan