Pimpinan dan karyawan CV IJS Kaimana pada syukuran peresmian gudang.

Bantu Warga, IJS Perlancar Pasokan Bapok

KAIMANA, Cahayapapua.com— Tingginya permintaan masyarakat akan Bahan Kebutuhan Pokok (Bapok) selama ini, belum berjalan seimbang dengan jumlah pasokan Bapok yang dilakukan para distributor ke wilayah Kabupaten Kaimana. Kondisi ini mengakibatkan masyarakat seringkali menghadapi persoalan kehabisan bahan kebutuhan pokok. Hal lain yang juga dikeluhkan warga adalah harga barang terlampau mahal sebagai akibat dari pasokan barang ke Kaimana hanya dilakukan oleh beberapa orang.

Beberapa tahun terakhir, sistim monopoli dagang perlahan mulai teratasi. Beberapa distributor termasuk kapal pengangkut barang mulai lancar masuk di wilayah Kabupaten Kaimana. Salah satunya adalah CV Indah Jaya Sejahtera (IJS) yang bergerak di bidang pendistribusian barang kebutuhan pokok. Badan usaha yang satu ini berkeinginan agar masyarakat Kaimana lebih mudah mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

Kepala Cabang IJS Kaimana, Audry kepada Cahaya Kaimana saat syukuran peresmian penggunaan gudang bapok berukuran 10x30m di Jalan Batu Putih, Sabtu (12/3/2016) lalu mengatakan, IJS hadir untuk membantu masyarakat Kaimana agar lebih mudah mendapatkan bahan kebutuhan pokok. Menurut Audry, semakin banyak distributor barang masuk di suatu wilayah, akan semakin baik karena kompetisi akan semakin ketat dan harga barang bisa dijangkau oleh semua kalangan. “Seringkali masyarakat mengeluh kehabisan bahan kebutuhan pokok. Dasar inilah kami hadir di Kaimana disamping memang bertujuan mengembangkan bisnis,” ujarnya.

Dijelaskan, selain di Kaimana, IJS juga ada di 14 daerah lainnya di Provinsi Papua dan Papua Barat. Untuk wilayah Papua Barat, ada di Kabupaten Fakfak, Bintuni, Sorong dan Kaimana. Jenis barang yang dipasok IJS lanjutnya, selain beras, gula pasir juga beberapa produk makanan dan minuman, dengan harga masih mengacu pada harga standar nasional. Pasokan barang berlangsung rutin setiap 3 kali dalam sebulan dengan kapal pengangkut KM Spil.

“Barang yang dipasok berupa beras, gula, minuman dan beberapa lainnya untuk kebutuhan pokok. Di Papua dan Papua Barat kita ada 14 cabang, empat diantaranya ada di Papua Barat yakni Bintuni, Fakfak, Sorong dan Kaimana. Tujuan kita adalah membantu masyarakat yang ada di Kaimana sekaligus mengembangkan bisnis. Sasaran pendistribusiannya toko-toko dan kios, denga harganya disesuaikan dengan standar dari Jakarta. Respon masyarakat Kaimana cukup baik dan keberadaan kami disini juga diharapkan bisa membantu Pemerintah Daerah membangun perekonomian masyarakat,” tutupnya. (ISA)

Tinggalkan Balasan