Bupati Petrus Kasihiw.

Banyak produk makanan kadaluarsa beredar di Bintuni

BINTUNI, Cahayapapua.com— Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Petrus Kasihiw mengancam akan mencabut ijin usaha pedagang-pedagang nakal tetap menjual produk makanan kadaluarsa.

Bupati Kasihiw juga menyayangkan banyaknya temuan hasil razia Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UMKM, Dinas Kesehatan, bersama Polres Teluk Bintuni dan Dinas Kesehatan jelang lebaran lalu.

“Kalau memang itu ada unsur ketidak sengajaan ya… bisa menjadi peringatan. Kalau memang ada unsur kesengajaan pada saat diperiksa disembunyikan, dan pada saat tidak ada pemeriksaan menjual kembali. Ini yang susah kita kontrol. Tapi kalau seperti itu sekali-kali kita beri peringatan teguran. Kalau sampai berbahaya kita perintahkan untuk ditutup saja tempat usahnya,” kata Bupati Kasihiw usai mengikuti kegiatan pemusnahan Miras dan produk-produk makanan kadaluarsa di Mapolres Teluk Bintuni, Sp 5, Distrik Bintuni, Senin (10/7).

Bupati juga meminta kerjasama pedagang untuk sama-sama mengecek barang-barang yang dijualbelikan dimasing-masing toko. “Saya mengharapkan itikad baik dari para pedagang yang punya kios, swalayan, toko, supaya jeli melihat (tanggal kadaluarsa barang dagangan),” harap bupati.

Sebelumnya petugas gabungan yang terdiri dari Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UMKM, Dinas Kesehatan, dan Polres Teluk Bintuni menemukan banyak jenis produk makanan kadaluarsa yang beredar di wilayah Bintuni Kota dan sekitarnya, menjelang hari raya lebaran 1438 H bulan lalu.

Adapun produk makanan yang kadaluarsa diantaranya minuman kaleng, minuman bersoda, makanan ringan, kopi bubuk, bumbu penyedap, tepung, dan beberapa jenis makanan lainnya. Jika dihitung-hitung sekitar puluhan barang kadaluarsa yang berhasil disita petugas. (art)

Tinggalkan Balasan