GAMBAR: ILUSTRASI KALPATARU

Bapedalda Singgung Hutan Lindung Wosi Rendani di Bimtek Kalpataru

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com—–  Dalam rangka peningkatan peran serta masyarakat dalam perlindungan Konservasi Sumber Daya Alam di Provinsi Papua Barat, Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedalda) Papua Barat, Kamis (30/4/2015) menggelar bimbingan teknis Kalpataru.

Institusi lingkungan hidup kabupaten/kota, LSM, akademisi dari berbagai universitas menjadi peserta dalam kegiatan ini.

Kegiatan yang berlangaung di gedung Auditorium Pasca Sarjana Unipa Manokwari ini, diisi oleh berbagai materi tentang Kalpataru, diantaranya pengantar dan konsep Kalpataru, tata cara penilaian Kalpataru, tata cara penghargaan kalpataruserta rencana kerja Kalpataru tahun 2015-2019.

Kepala Bidang Pengendalian Kerusakan dan Pemulihan Lingkungan, Yolanda R Nahumury mengatakan, kegiatan Bimtek ini dilakukan agar dapat mengingkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam upaya perlindungan Konservasi SDA.

Selain itu kegiatan tersebut, menurutnya, untuk menyatukan persepsi BLH (Badan Lingkungan Hidup), LSM dan instasi pemerintah baik di kabupaten/kota, agar program Kalpataru dapat diadakan secara rutin tiap tahunnya.

“Mengingat ada banyak pemerhati lingkungan di Provinsi Papua Barat yang belum mendapatkan penghargaan Kalpataru,” ujarnya.

Kepala Bapedalda Jack Manusaway mengatakan, bimbingan teknis ini merupakan suatu kegiatan yang penting, mengingat saat ini Provinsi Papua Barat memiliki banyak pemerhati lingkungan hidup, yang kedepannya dapat memperhatikan masalah-masalah lingkungan di Provinsi Papua Barat agar fungsi lingkugan dapat kembali seperti dulu kala.

“Contohnya Hutan Lindung Wosi Rendani yang kini sudah berubah fungsi, dan dampaknya sekarang terjadi banjir dan tanah longsor beberapa waktu lalu menimpa salah satu staf pemerintah dilingkup Provinsi Papua Barat,” jelasnya.

Jack juga menambahkan, fungsi hutan lindung merupakan salah areal yang telah ditetapkan sejak zaman Belanda dulu. Untuk itu melalui bimtek ini diharapkan fungsi-fungsi lingkungan di Papua Barat dapat berjalan sesuai fungsinya.

Sebelum membuka Bimtek Kalpatru, Rektor Unipa Manokwari, yang diwakili Wakil Direktur Pasca Sarjana Unipa, Hugo Warami mengatakan, dalam rangka mendukung Provinsi Papua Barat menjadi Provinsi Konservasi, maka setiap permasalahan lingkungan harusnya dapat diatasi melalui iman, mengingat ibukota Provinsi Papua Barat merupakan kota Injil.

“Kalo kita bersih dari Iman maka lingkungan dan sekitarnya juga akan ikut bersih,” jelasnya. |ADITH SETYAWAN