Rakornis Bidang Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat, Raja Ampat

Bapedalda Sosialisasikan Draft Provinsi Konservasi Papua Barat

WAISAI, CAHAYAPAPUA.com5 (lima) hari pelaksanaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) di Waisai, Ibukota Kabupaten Raja Ampat menghasilkan sejumlah rekomendasi. 2 (dua) point penting yang mengerucut pada pertemuan instansi Badan Lingkungan Hidup se-Kabupaten dan Kota di Provinsi Papua Barat itu adalah sosialisasi kelembagaan institusi Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta sosialisasi Provinsi Konservasi Papua Barat.

Rakornis Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan se-Papua Barat berlangsung dari tanggal 3 s/d 7 November 2015 di Hotel Cormansiwin – Waisai. Dalam arahannya, Kepala Bapedalda Papua Barat, Dr.Ir. Jacob Manusawai, MH menegaskan Rakornis Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan se-Provinsi Papua Barat tahun 2015 merupakan sarana koordinasi dan penyambung silaturahmi antara instansi pengelola lingkungan hidup, yang berasal dari tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

“Rakornis tahun ini agak sedikit berbeda dengan pelaksanaan Rakornis tahun sebelumnya. Seperti kita ketahui bahwa di tingkat pusat, Kementerian Lingkungan Hidup telah bergabung dengan Kementerian Kehutanan dengan nama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Jadi mari kita semua wajib mendengarkan arahan dan penjelasan dari staf ahli Menteri LHK tentang bentuk organisasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan di daerah, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten dan Kota,” pesan dosen Program Pasca Sarjana Ilmu Lingkungan UNIPA.

Manusawai juga menegaskan bahwa pelaksanaan Rakornis 2015 juga memfokuskan perhatian pada penetapan Provinsi Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi. “Setelah ditetapkan sebagai provinsi konservasi, maka perlu peningkatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia dalam pengelolaan lingkungan hidup di Provinsi Papua Barat sesuai dengan visi dan misi Gubernur Papua Barat,” tegas kepada Bapedalda sembari mengajak pimpinan dan staf Institusi Lingkungan Hidup dan kehutanan di Kabupaten dan Kota dapat bersinergi untuk mengelola lingkungan hidup di Papua Barat secara utuh dan menyeluruh.

Gubernur Papua Barat, Abraham O. Atururi yang diwakili staf ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumberdaya, S. Rumfabe berharap kegiatan Rakornis bidang lingkungan hidup tahun 2015 dapat menghasilkan program kerja dan kegiatan pembangunan yang sinergis antara institusi lingkungan Hidup di Kabupaten dan Kota serta provinsi maupun dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Gubernur juga berharap output dan rekomendasi Rakornis yang dihasilkan dapat menjawab persoalan-persoalan lingkungan hidup yang terjadi di tengah masyarakat.

Tidak ketinggalan Gubernur berpesan, sejalan dengan penetapan Provinsi Papua Barat sebagai provinsi Konservasi ketiga di Indonesia, maka diharapkan pengelolaan lingkungan hidup harus tertata baik antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, maupun bersama Provinsi dan Kabupaten/Kota, sehingga kegiatan rakornis dapat menjadi momentum yang tepat untuk mensinergiskan program pembangunan bidang lingkungan yang terkoordinir, terarah dan berkelanjutan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Bupati Kabupaten Raja Ampat yang diwakili Sekda Kabupaten Raja Ampat dalam sambutan menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan narasumber Rakornis Bidang Lingkungan Hidup di Kota Waisai – Kabupaten Raja Ampat.

Sekda Raja Ampat mengingatkan bahwa potensi sumberdaya alam dan kondisi lingkungan hidup Kabupaten Raja Ampat harus terus dijaga dari ancaman kerusakan, sehingga julukan Kota Bahari atau dunia bawah air terkaya di dunia dan mengagumkan yang dimiliki Kabupaten Raja Ampat dapat tetap dinikmati kelak oleh anak cucu dan penerus mendatang.

Sekda juga berharap dukungan Provinsi Papua Barat untuk terus mendukung program pembangunan yang dijalankan pemkab Raja Ampat. Hal yang terpenting disampaikan Sekda adalah kesiapan Kabupaten Raja Ampat sebagai Kabupaten Konservasi juga diharapkan mendapat dukungan dari Pemprov Papua Barat dan pemerintah pusat.

Ketua panitia Rakornis, David Pasaribu menyampaikan jumlah peserta sebanyak 100 orang, berasal dari instansi Kantor Lingkungan Hidup 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat sebanyak 60 peserta, Bapedalda Papua Barat 26 peserta, Instansi Kehutanan Kabupaten dan Kota sebanyak 13 orang serta Instansi Kehutanan Papua Barat 1 orang.

Narasumber yang hadir diantaranya staf ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala Biro Perencanaan Kementerian LHK, Kepala PPPE Papua, Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut Kementerian LHK, Direktur Pengendalian Pencemaran Air Kementerian LHK, Pokja Provinsi Konservasi Papua Barat, Kepala Badan dan Kantor Lingkungan Hidup se-Papua Barat, Kepala Bidang dan PPK Dekonsentrasi Bapedalda Papua Barat serta Profesor dari Universitas Mulawarman.

Rakornis Lingkungan Hidup Tahun 2015 juga merekomendasikan sejumlah program kerja tahun 2016 diantaranya mensinergiskan program pengawasan lingkungan di Kabupaten dan Kota serta pelaksanaan sejumlah program Adipura, Sekolah Adiwiyata, Propert, Uji Kualitas Air dan Uji Kualitas Udara, Pos Pengaduan serta PPNS dan PPLH. Keseluruhan program diharapkan dapat diakomodir pada APBD Provinsi Papua Barat Tahun 2016.

Sebagai penutup, Rakornis juga menetapkan pelaksanaan Rakornis Bidang Lingkungan Hidup tahun 2016 akan dilaksanakan di Kota Batam – Provinsi Kepulauan Riau. (BUY)