Tim Bappenas, Kemensesneg dan dinas terkait meninjau lokasi calon Bandara di Mayado, di Teluk Bintuni, Selasa (22/8).

Bappenas – Kemensesneg tinjau calon lokasi Bandara Mayado

BINTUNI, Cahayapapua.com— Tim Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg) meninjau calon lokasi Bandara yang ada di Distrik Mayado, Teluk Bintuni, Selasa (22/8).

Dalam kunjungan ke lokasi yang berjarak kurang lebih 60 Km dari Bintuni tersebut, tim dari pemerintah pusat ini didampingi oleh Kepala Bappeda Alimudin Baedu, Kepala Dinas Perhubungan Victor E. Ririhena, Kepala Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup Syaiful A. Killian, dan beberapa orang staf.

Di lokasi, rombongan bersama salah satu pemilik hak ulayat Melianus Asmorom tidak banyak melakukan aktivitas, hanya sebatas melihat secara langsung titik koordinat dan berbincang- bincang mengenai kontur tanah calon lokasi pengembangan bandara yang ada di Kampung Torbi, Distrik Mayado.

Kasubdit Kasubdit Sistem Prosedur Pemantauan Evaluasi dan Pengembangan Pembangunan, Bappenas, Indra Wisaksono mengatakan kunjungan ini lebih kepada pemantauan pelaksanaan program kegiatan strategis nasional di Bintuni. Mengacu pada list tematik adalah untuk memantau pembangunan kawasan industri di Papua Barat salah satunya di Bintuni sebagai kawasan industri (KI).

“Jadi kami ingin melihat ke arah itu (KI) termasuk dengan infrastruktur pendukungnya, jadi kalau KI di Bintuni infrastruktur pendukungnya Bandara sama pelabuhan,” kata Indra.

Dia mengatakan kegiatan peninjauan langsung ke lapangan ini akan dibuat dalam suatu laporan yang bertujuan untuk memberikan masukan pada kementerian terkait dan diharapkan bisa mempercepat pelaksanaan pengembangan KI Bintuni.

“Kalau status Bandara, kami punya list database proyek strategis nasional seluruh Indonesia, sebenarnya sudah ada di dalam list projek nasional, tapikan kalau Bandara harus masuk ke list kebandaraan,” katanya lagi.

Dalam kesempatan berbeda, Kasubag Kawasan Ekonomi Kemensesneg, Febriana mengatakan kedatangan tim untuk memonitor hasil rapat terbatas (Ratas) Presiden RI Joko Widodo dengan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan bulan Juli lalu mengenai percepatan pembangunan di Papua Barat, yang akan dilaporkan ke Presiden.

“Kami diutus langsung dari Mensesneg Pramono Anung. Kami fungsinya memonitor arahan Presiden di daerah dilaksanakan atau tidak, intinya sih gitu. Kan di kami itu kan ada ratas- ratas (rapat terbatas) ada arahan- arahan itu, dan kami memonitor,” kata Febriana di Mayado “Kalau di Bintuni kami bersama sama Bappenas. Kalau Bappenas dari perencanaannya, kami dari pengawasannya.”

Sementara pemilik hak ulayat calon lahan Bandara, Melianus Asmorom mengatakan mendukung pemerintah membangun Bandara di wilayah Mayado. Dia berharap pembangunan Bandara segera dilakukan agar pengembangan wilayah di barat dan utara kabupaten Teluk Bintuni kedepan lebih maju.

Menurutnya soal pembebasan lahan sudah dilakukan kesepakatan dan pelepasan sudah ditandatangani. “Luas lahan yang diberikan panjang 4 km dan lebar 2 km. Masyarakat menjamin kedepan tidak ada tuntutan lagi,” kata Asmorom.

Usai meninjau lokasi Bandara, direncanakan hari ini (Rabu, red) rombongan akan bergerak menuju lokasi kawasan industri yang ada di Onar, Distrik Sumuri dan meninjau persiapan pembangunan Train 3 LNG Tangguh. (art)

Tinggalkan Balasan