Peluncuran program pengentasan kemiskinan, khusus menyasar petani di Papua Barat, kemarin. Foto-Dok PRISMA

Bappenas Luncurkan PRISMA, Program Pengentasan Kemiskinan di Papua Barat

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) hari ini di Manokwari, meluncurkan Australia-Indonesia Partnership for Promoting Rural Income through Support for Markets in Agriculture (PRISMA), program yang bertujuan meningkatkan pendapatan bersih 300.000 petani baik laki-laki maupun perempuan sebanyak 30 persen pada akhir tahun 2018 melalui peningkatan produktivitas, akses pasar dan inovasi bagi petani.

Didukung oleh Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia (Department of Foreign Affairs and Trade atau DFAT), PRISMA merupakan sebuah program multi-tahun yang merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Indonesia untuk mengentaskan kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Acara peluncuran dan lokakarya ini selaras dengan misi BAPPENAS dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di kawasan timur Indonesia.

Berbicara pada saat peluncuran di hotel Swiss-bel Hotel Manokwari, Staf Ahli Menteri PPN Bidang Hubungan Kelembagaan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Dida Heryadi Salya mengatakan, “Kami berharap dengan adanya peluncuran program PRISMA di Papua Barat, para petani orang asli Papua Barat dapat merasakan keuntungan hasil pertanian yang lebih besar serta peningkatan kualitas hidup yang lebih baik. Hal ini sangat penting mengingat sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang memegang peranan penting dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia.

“Peluncuran program PRISMA ini adalah salah satu bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan para petani di Papua Barat. Oleh karena itu, kami berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah serta semua pelaku pasar terkait.”

Gubernur Provinsi Papua Barat, Abraham Oktavianus Atururi, yang diwakili oleh Assisten III Bidang Administrasi Setda Provinsi Papua Barat, Fransiskus Kosamah, dalam sambutannya mengatakan, “Saya harapkan kehadiran PRISMA di Papua Barat akan dapat membantu Pemerintah Daerah, Pihak Swasta, serta para petani kecil dalam mengatasi beberapa masalah kunci di bidang pertanian, menyediakan bantuan teknis untuk peningkatan produksi serta optimalisasi fungsi para pemangku kepentingan yang bekerja dalam pasar petanian serta mendorong pertumbuhan sektor pertanian secara nasional.”

Minister Counsellor for Development Cooperation DFAT Australia, Jean-Bernard Carrasco yang berhalangan hadir mengatakan bahwa PRISMA merupakan bagian dari sebuah program induk yaitu Australia-Indonesia Partnership for Rural Economic Development (AIP-Rural) yang bertujuan untuk meningkatkan peluang petani miskin dalam mengakses pasar baru, input yang lebih baik, ketrampilan dan teknologi, irigasi dan kredit mikro. AIP-Rural berfokus pada sektor pertanian yang memiliki potensi pertumbuhan yang kuat dan merupakan sumber pendapatan utama bagi sejumlah besar petani .

PRISMA didukung oleh tenaga ahli dengan banyak pengalaman di bidang pengembangan sistem pasar baik di Indonesia maupun di negara-negara berkembang lainnya. Dengan pendekatan Making Markets Work for the Poor (M4P) ini, PRISMA tidak memberikan bantuan langsung kepada petani, melainkan melalui kemitraan dengan para pelaku pasar di sepanjang rantai nilai (lembaga pemerintah, sektor swasta, dan organisasi nirlaba), dengan harapan peningkatan produktivitas dan daya saing petani miskin berjalan secara berkelanjutan.

Sebagai tahap awal, PRISMA akan memfokuskan programnya di Kabupaten Manokwari Selatan, Manokari dan Pegunungan Arfak untuk komoditas sayur-mayur. PRISMA akan terus melakukan upaya untuk mengidentifikasi komoditas lainnya yang memiliki potensi pertumbuhan dan peningkatan pendapatan petani di Papua Barat.

PRISMA juga telah melakukan peluncuran programnya untuk Provinsi Papua yang juga dilanjutkan dengan sesi lokakarya pada tanggal 24 November 2015 di Jayapura yang dibuka oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Keternagakerjaan Provinsi Papua, mewakili pemerintah Provinsi Papua. |ADITH SETYAWAN