Jenazah anggota DPRPB Barnabas Mandacan diantar meninggalkan ruangan sidang utama DPR Papua Barat usai rapat paripurna dan penghormatan terakhir yang dipimpin langsung ketua DPRPB, Pieters Kondjol, Senin (31/10). Selain dihadiri anggota DPRPB, paripurna penyerahan jenazah juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat.
Jenazah anggota DPRPB Barnabas Mandacan diantar meninggalkan ruangan sidang utama DPR Papua Barat usai rapat paripurna dan penghormatan terakhir yang dipimpin langsung ketua DPRPB, Pieters Kondjol, Senin (31/10). Selain dihadiri anggota DPRPB, paripurna penyerahan jenazah juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat.

Barnabas Mandacan, Pahlawan Papua Barat dan Reformis Suku Besar Arfak

Jenazah anggota DPR Papua Barat, almarhum Barnabas Mandacan diserahkan ke keluarga. Prosesi penyerahan dilakukan dalam rapat paripurna istimewa DPR Papua Barat (DPRPB) yang digelar, Senin (31/10).

RAPAT paripurna dan penghormatan terakhir dipimpin langsung ketua DPRPB, Pieters Kondjol, yang dihadiri sejumlah anggota dewan. Paripurna penyerahan jenazah juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat.

Antara lain, mantan Sekda G. C. Auparay, Thoha Al Hamid, Obet Arik Ayok Rumbruren, sejumlah pengurus DAP Wilayah III serta masyarakat. Dalam sambutannya, Pieters Kondjol mengatakan, semasa menjabat sebagai anggota dewan, almarhum memberikan banyak pemikiran.

“Kami mengucapkan terima kasih atas segala bantuan moril maupun materil almarhum. Tentu kita merasa kehilangan. Tentu ini jalan Tuhan yang terbaik. Kami menyampaikan belasungkawa yang dalam semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” katanya.

Gubernur Papua Barat, Abraham O.Atururi dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Bidang Pemerintahan, Fransiskus Kosamah mengatakan, jasa-jasa almarhum terhadap provinsi Papua Barat sangat besar.

“Lanjutkan nilai-nilai kebaikan yang diteladani oleh almarhum semasa hidup. Pemerintah provinsi Papua Barat menyampaikan apresiasi tinggi atas pengadian kepada almarhum semasa hidup,” kata gubernur.

Mewakili keluarga, Obet Arik Ayok Rumbruren mengemukakan, almarhum merupakan salah satu tokoh reformasi suku besar Arfak. Yang mampu membawa kemajuan bagi masyarakat Arfak setelah selama 135 tahun tertinggal dan terbelakang.

Dedikasi Barnabas Mandacan atas provinsi Papua Barat sangat besar. Untuk itu, Obet meminta jasa-jasa beliau patut dikenang. “Jangan melihat dengan sebelah mata. Hari ini, hasil perjuangannya bisa dinikmati oleh semua orang yang ada di provinsi ini,” tuturnya.

Almarhum Barnabas Mandacan merupakan putra ke empat dari empat bersaudara. Lahir di Imbai, Distrik Anggti 15 September 1958 silam. Almarhum meninggalkan 6 orang anak, lima orang cucu, dan seorang istri.

Semasa hidupnya, almarhum cukup aktif pada sejumlah organisasi. Juga sempat menjadi PNS pada Departemen Penerangan (sekarang : Depkominfo) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Usai diserahkan ke keluarga, jenazah selanjutnya dimakamkan di pemakaman keluarga di JL. Sufado, Distrik Manowkari Timur. (ALF)

Tinggalkan Balasan