Foto bersama Bupati Bernardus Imburi, Danramil Wasior Mayor Andri R bersama para calon peserta seleksi Bintara TNI AD.

Batas segitiga dengan Bintuni dan Mansel dibahas usai HUT RI

WASIOR, Cahayapapua.com— Pemkab Teluk Wondama bersama Pemkab Teluk Bintuni telah menyepakati batas antara wilayah kedua kabupaten. Tapal batas kedua daerah disesuaikan dengan yang ada dalam UU tentang pembentukan Kabupaten Teluk Wondama maupun Kabupaten Teluk Bintuni.

Bupati Wondama Bernadus Imburi dan Bupati Bintuni Piet Kasihiw menandatangani kesepakatan tersebut dalam petemuan para bupati membahas tapal batas kabupaten/kota di provinsi Papua Barat di Manokwari beberapa hari lalu.

Demikian disampaikan Bupati usai menghadiri pembekalan calon Bintara TNI AD di markas Koramil Wasior, Kamis (3/8).

“Dengan Bintuni tidak ada masalah karena kita semua mekar dari satu UU dan sama-sama dari Manokwari. Sudah disepakati tinggal rancangan peraturan menteri (untuk penetapannya), “ kata Imburi.

Kabupaten Teluk Wondama dan Teluk Bintuni memang dimekarkan bersamaan pada 2003 dalam UU yang sama. Kedua wilayah ini sebelumnya merupakan daerah bawahan Kabupaten Manokwari.

Sementara untuk tapal batas segitiga antara Wondama, Bintuni dan Manokwari Selatan, meski dibahas dalam pertemuan tersebut namun belum tercapai kesepakatan.

“Karena itu segitiga dan menyangkut peta jadi setelah 17 Agustus baru dibahas. Nanti pertemuan dilakukan di Kaprus di titik batas itu  dihadiri oleh 3 bupati, “ jelas mantan Kepala Biro Perlengkapan Pemprov Papua Barat.

Dengan demikian yang sama sekali belum dibicarakan adalah tapal batas dengan  kabupaten Kaimana dan Kabupaten Nabire. Khusus dengan Nabire karena berbeda provinsi, pembahasannya akan dikoordinir oleh Kementerian Dalam Negeri. “Itu jadi pekerjaan rumah, “ pungkas Imburi. (brv)

Tinggalkan Balasan