ilustrasi

BB kasus mutilasi diuji ke Labfor Mabes Polri

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Untuk mempercepat penanganan kasus pembunuhan mutilasi Dolvinus Manggara yang ditemukan  Komplek Perkantoran Arfai, sejumlah barang bukti (BB) diantaranya, dua unit ponsel, parang, pakaian dan sampel darah dikirim oleh Satreskrim Polres Manokwari untuk diperiksa di laboratorium DNA Pusdokes dan Forensik Bareskrim Mabes Polri.

“Saya bersama tiga anggota akan ke Jakarta mengantar barang bukti untuk diuji dan dilakukan pemeriksaan,” kata Kasat Reskrim Polres Manokwari, AKP Aris Diego Kakori saat ditemui wartawan, Rabu (21/9).

Mengenai hasil pemeriksaan DNA, diprediksi Kakori, selesai sekitar dua minggu. Sekaitan dengan itu, dia pun telah berkoordinasi dengan tim Labfor agar pengujian sampel yang diberikan didahulukan. “Pertimbangannya jarak yang jauh, sehingga kita minta pemeriksaan BB didahulukan,”  ucapnya

Secara umum, lanjut dia, penyidikan ini tetap dilakukan meskipun keluarga pelaku telah memberikan denda kepada pihak keluarga korban. Menurutnya hal itu bagian dari sisi kemanusiaan pihak keluarga pelaku serta  permohonan maaf yang kedepan menjadi penilaian dalam proses hukum.

“Tugas kami hanya mengumpulkan barang bukti, minimal dua alat bukti yakni, DNA,  handphone dan CCTV. Kita pun akan melengkapinya dengan keterangan ahli,” sebutnya.

Lebih jauh disampaikan Kakori,  untuk rekonstruksi akan dilakukan sekembalinya dari Jakarta. “ Kita (Satreskrim) berupaya bekerja maksimal untuk mengungkap dan menyelesaikan kasus mutilasi yang dilakukan para pelaku berinisial MS dan NS,” ujarnya.

Ditambahkan,  para pelaku dikenakan Pasal 340 dengan alternatif 338 jo Pasal 55 ayat 1 dan jo pasal 56 serta Pasal 340  dengan ancaman hukuman mati. (mar)

 

Tinggalkan Balasan