Illustrasi

BBM Naik, Pertumbuhan Ekonomi Papua Barat Turun pada Kuartal III 2014

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com – Bank Indonesia (BI) mencatat, pertumbuhan ekonomiprovinsi Papua Barat pada kuartal III/2014 sebesar 6,4% atau mengalami penurunan dibandingkan kuartal II sebesar 7,87%.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat Henri N Tanor mengatakan, penurunan pertumbuhan ekonomi tersebut disebabkan oleh naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, peningkatan harga komoditas, serta adanya pembatasan ekspor di Indonesia.

“Faktor utama pertumbuhan ekonomi itu karena kenaikan harga BBM dan pembatasan ekspor tambang,” kata Henri di Manokwari, Papua Barat, Kamis (4/12/2014).

Kendati demikian, kinerja perbankan secara umum di Provinsi Papua Barat pada kuartal III/2014 menunjukkan perkembangan yang positif. Hal ini tercermin dari pertumbuhan beberapa indikator perbankan.

Jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun oleh perbankan di provinsi tersebut mencapai Rp12,43 triliun atau tumbuh 17,39% year on year (yoy).

Menurut dia, porsi terbesar DPK berada dalam bentuk giro sebesar Rp5,52 triliun, diikuti tabungan Rp4,41 triliun, dan deposito sebesar Rp2,5 triliun.

“Karena deposito masih kecil, makanya harus ditingkatkan. Ke depan, kami berharap sistem keuangan non-tunai harus berkembang,” ungkapnya.

Sementara Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardjojo ‎mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua Barat yang mampu mencapai 7,9% pada kuartal II 2014 dan 6,4% pada kuartal III tahun 2014 berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,1% pada kuartal II dan 5% pada kuartal III.

Menurut dia, meskipun mengalami perlambatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, rata-rata pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua Barat bisa dikatakan selalu berada di atas pencapaian nasional.

“Kami meyakini, pertumbuhan ekonomi ini akan menjadi lebih baik dan merata ketika konektivitas antar kabupaten di Provinsi Papua Barat dapat direalisasikan,” tambah dia.(rna/detikNews.com)

Tinggalkan Balasan