Bupati Bernadus Imburi Didampingi Kepala Dinas Pendidikan A. Baibaba Membuka Barapen yang Disiapkan Masyarakat Kampung Undurara, Baru-baru Ini
Bupati Bernadus Imburi Didampingi Kepala Dinas Pendidikan A. Baibaba Membuka Barapen yang Disiapkan Masyarakat Kampung Undurara, Baru-baru Ini

Beban Kerja ‘Dipangkas’, Para Guru Rencana Liburkan Sekolah

WASIOR, Cahayapapua.com— Para guru Sekolah Dasar di kabupaten Teluk Wondama mempersoalkan tambahan penghasilan atau beban kerja (BK) yang diterima sejak Januari 2016.

Nilai BK yang mereka terima tidak sesuai dengan SK Bupati Teluk Wondama Nomor 41 Tahun 2015 tentang standar satuan harga di lingkungan pemerintah kabupaten Teluk Wondama. Perbedaannya hampir setengah dari yang diatur dalam SK Bupati tersebut.

Sebagai contoh, untuk guru golongan IV, dalam SK Bupati disebutkan setiap bulan menerima sebesar Rp.1.590.600. Yang berarti setiap 3 bulan yang seharusnya diterima adalah Rp 4.771.800.

“Tapi mengapa saya hanya dapat Rp.2.040.000 per triwulan. Maka saya punya sisa yang belum dibayar adalah 2.731.800. sehingga total dari Januari sampai November  yang saya hanya dapat 32 juta lebih,”kata Kepala SD Inpres Wasior sekaligus ketua PGRI Teluk Wondama Y.B. Mariai usai rapat dengan para guru.

Tidak hanya BK, para guru juga mempertanyakan tunjangan kepala sekolah yang tidak pernah dibayarkan. Padahal tunjangan kepala sekolah juga sudah diatur dalam SK Bupati.

Para guru SD yang dikoordinir PGRI Teluk Wondama telah memutuskan untuk menuntut Dinas Pendidikan membayar kekurangan BK juga tunjangan kepala sekolah yang menjadi hak mereka itu.

Rapat yang digelar, Kamis petang kemarin  di SD Inpres Wasior menyepakati para guru akan bertemu langsung dengan Bupati Bernadus Imburi.

“Kita akan bertemu dengan Bupati hari Senin (7/11). Kita minta beliau keluarkan rekomendasi untuk mendampingi SK ini kita bawa ke (dinas) keuangan (untuk) bayar,” ujar Mariai.

Mariai mengklaim, semua guru SD di kota Wasior dan sekitarnya akan ikut serta dalam aksi pada hari Senin. “Sekolah kita liburkan,”ucapnya.

Sesuai pantauan, dalam rapat yang dihadiri kurang lebih 90 guru sesuai data pada absensi, hampir semua guru yang hadir sepakat untuk mogok kerja pada Senin mendatang untuk memperjuangkan hak-hak mereka. (BRV)

Tinggalkan Balasan