Pelaku Begal Kota Sorong

Begal yang Didorr di Kota Sorong Ternyata Narapidana

SORONG, Cahayapapua.com–  Dua petugas Lembaga Pemasyarakatan Sorong dinyatakan bertanggungjawab terhadap lolosnya naparidana Yohanis Tutratan alias Milax yang belakangan dilumpuhkan polisi dengan timah panas akibat menjadi otak dari sejumlah aksi begal di Kota Sorong.

Kepala Lapas kelas IIb Sorong Maliki mengaku sanksi sudah dijatuhkan namun ia berdalih surat resmi belum keluar dari atasan mereka sehingga belum mengetahui jenis sanksi yang dijatuhkan kepada dua anak buahnya itu.

Maliki yang dihubungi Cahaya Papua dari Kota Sorong kemarin siang juga berkilah tidak mengetahui cara yang dipakai Milax sehingga bisa lolos dari balik jeruji besi Lapas.

Yang pasti menurut Maliki, Milax lolos tidak melalui prosedur namun apakah dengan menyuap anggotanya, lagi-lagi ia berkelit dan menyatakan belum mengetahuinya. “Saya ngak tahu mereka disogok atau tidak, tetapi napi tersebut keluar tanpa prosedur,” ujarnya.

Maliki menerangkan napi yang keluar sesuai prosedur ialah harus disertai dengan penjamin yang menjaminkan diri ke petugas Lapas agar napi bersangkutan tidak lari (kabur).

Penjamin tersebut harus melayangkan surat permohonan kepada Kepala Lapas, diketahui oleh Kepala Kelurahan (kepala desa) selanjutnya surat tersebut didisposisi kepada Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan dan disidangkan yang dihadiri kurang lebih 12 orang. Setelah disidangkan dan dinyatakan sah, maka Kasi pembinaan akan memberitahukan kepada Kalapas bahwa napi tersebut bisa dan layak dikeluarkan.

Dalam kesempatan itu, Maliki berjanji pihaknya akan lebih memperketat pengawasan kepada napi. Akan tetapi menurut Maliki pihaknya mendapat sedikit kesulitan karena petugas yang melakukan penjagaan hanya enam orang yang bertugas mengawasi 400 lebih tahanan di Lapas Sorong.

“Kalau ada masyarakat yang membantu untuk menjaga, saya responnya baik sekali, saya juga sudah sampaikan ke tokoh masyarakat tapi mereka tidak ada respon,” ujarnya.

Satreskrim Polres Sorong Kota belum lama ini menangkap dua pentolan begal. Salah satu pentolan tersebut bernama Milax yang ternyata berstatus sebagai napi di Lapas Sorong. Keduanya dilumpuhkan dengan timah panas di tempat berbeda. Polisi juga menangkap seorang wanita yang berkomplot dengan mereka. (NSR)

Tinggalkan Balasan