BEI : Pasar modal peluang BUMD pacu pendapatan

Manokwari, Cahayapapua.com— Pasar modal dinilai menjadi peluang besar bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk memacu pendapatan.

Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Manokwari, Adevi Sabath di Manokwari, Rabu, mengatakan, selain jual beli saham, BUMD bisa go publik melalui kantor sekuritas.

Menurutnya, dalam pasar saham BUMD bisa menjadi investor institusi dengan memiliki visi atau tujuan dan jangka waktu yang jelas dalam berinvestasi.

“Di wilayah Papua sudah ada, contohnya Bank Papua. Dana pensiun karyawan Bank Papua diinvestasikan di pasar modal, dibelikan saham,” kata Adevi.

Ia mengutarakan, secara umum tahapan investasi perusahaan BUMD sama dengan investor individu. Hanya ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dengan melibatkan kantor sekuritas serta notaris.

“Nanti akan dibentuk banku stodian dan ada akad saat hendak menyetor dana investasi. Ada beberapa pihak yang terlibat, karena ini lembaga namun tidak rebit,” sebutnya lagi.

Berkaca dari BUMD di wilayah Jawa, biasanya setiap perusahan menunjuk seroang manager yang khusus mengelola investasi. Jual beli saham di pasar modal diserahkan kepada manager tersebut.

Menurut Adevi, banyak manfaat yang diperoleh perusahaan jika berinvetasi di pasar saham. Ia memastikan investasi ini legal dan dana perusahaan aman.

Ia menambahkan, manfaat lebih bisa diperoleh jika perusahaan BUMD go publik atau melantai di pasar modal sebagai emiten.

“Seperti BJB (Bank Jawa Barat) dan Bank Jatim. Awalnya hanya sebagai investor, tapi akhirnya BUMD itu melantai, melakukan penawaran atau menjual sebagian sahamnya di pasar modal,”sebutnya lagi

Dengan go publik, kata Adevi, BUMD akan memperoleh dana segar dari para investor untuk mengembangkan usaha yang dijalankan. Selain itu, perusahaan bisa tetap berinvestasi. (Toyiban)

Leave a Reply

%d bloggers like this: