Bupati Manokwari Paulus Demas Mandacan (kiri) menemukan minuman beralkohol diatas meja di sebuah ruangan salah satu rumah karaoke dalam inspeksi mendadak Selasa (6/9/2016). (Doc. Cahayapapua)

Bekingan suburkan bisnis Miras karaoke di kota Injil

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Pemerintah Kabupaten Manokwari mengklaim suburnya bisnis minuman keras (Miras) di tempat hiburan malam (THM) karaoke di Manokwari, karena adanya bekingan oknum tertentu.

Bupati Kabupaten Manokwari Demas Paulus Mandacan menggeluarkan pernyataan tersebut menyusul adanya tekanan publik untuk menutup THM karaoke pasca dilapornya 6 ladies Double Qyu Karaoke oleh warga ke Polda Papua Barat, Senin.

Para ladies tersebut kedapatan menggunakan seragam SD, SMP dan SMA sambil berjoget dan parahnya dalam keadaan menengak minuman keras. Mereka juga diketahui melayani tamu menggunakan seragam sekolah ketika Double Qyu Karaoke merayakan HUT mereka yang kesatu.

Bupati Demas tidak menjelaskan pihak yang dituding membekingi bisnis Miras di THM karaoke. Meski begitu dia menegaskan bahwa, “Miras ada yang beking dengan membayar biaya yang besar, (tapi) kalau bayar pajak ke Pemda kecil.” Demas mengatakan biaya yang besar kepada pemberi bekingan diakui para pengusaha karaoke.

Demas mempertanyakan tumbuhnya THM karaoke yang semakin marak, meski dirinya mengklaim selama menjabat sebagai bupati, belum pernah sekalipun menerbitkan izin pendirian THM karaoke baru.

“Semenjak kepemimpin saya, belum pernah mengeluarkan izin karaoke dan panti pijat, karena ini sangat meresahkan masyarakat Manokwari, dan itu tidak sesuai dengan julukan Manokwari sebagai kota Injil,” ujar Demas.

Demas mengatakan, dirinya juga berkali-kali dilobi para pengusaha THM karaoke untuk menggeluarkan izin penjualan Miras, namun dirinya menolak permintaan mereka.

“Saya sampaikan kepada mereka bahwa kalian bayar izin karaoke saja, sebab mau bayar izin penjualan Miras dengan harga berapapun saya tetap tolak,” ujar Demas.

Demas mengatakan dirinya menolak memberikan izin penjualan Miras meski dengan pajak bernilai besar, karena mempertimbangkan dampak masalah dari Miras kepada ibu rumah tangga dan anak-anak, sebab para suami disebut sering main ke tempat karoke dan panti pijat plus.

Demas menyebut dirinya sebagai pemimpin tidak akan tidur nyenyak jika memberikan izin penjualan Miras di THM karaoke meskipun dengan iming-iming Pemda bisa mendapatkan sumbangan PAD yang besar.

“Daripada saya kejar PAD dari izin penjualan Miras dan ibu- ibu rumah tangga jadi korban saya tidak keluarkan izin jual Miras di tempat karaoke,” ujar Demas.

Meski mengatakan tidak menggeluarkan izin penjualan Miras di THM karaoke, Demas mengakui Pemda Manokwari telah mengajukan revisi peraturan daerah (Perda) nomor 5 tahun 2006 tentang larangan pemasukan, penyimpanan, pengedaran dan penjualan serta produksi minuman beralkohol di Manokwari, yang lazim dikenal dengan perda Miras, ke DPRD Manokwari untuk disahkan.

Sementara itu terungkapnya penggunaan seragam sekolah oleh ladies karaoke Double Qyu memicu kritik publik, salah satunya pegiat budaya Papua Barat, Irmaya Rumbekwan.

Iramaya mengutuk penggunaan seragam sekolah ditempat karaoke dan menyatakan kejadian tersebut sangat mencoreng dunia pendidikan.

“Hal ini mungkin telah sering dilakukan tapi kemarin baru ketahuan dan tidak boleh dibiarkan. Kita tahu bahwa Manokwari adalah kota Injil, selain itu juga sebagai titik awal peradaban orang Papua,”  ujar Iramaya Rumbekwan.

Iramaya berharap Pemda Manokwari segera mengambil tindakan tegas terhadap pemilik karaoke di Manokwari. “Saya berharap lembaga adat serta masyarakat adat juga dapat menyikapi masalah ini, sehingga jangan lagi ada kejadian seperti ini. Saya juga berharap pemerintah lebih jeli dalam memberikan izin pada tempat karaoke,” kata Iramaya.

Dalam catatan Cahaya Papua, jumlah THM karaoke di Manokwari saat ini sudah mencapai 22 usaha. THM karaoke ini tersebar mulai dari Reremi dan paling banyak ditemukan di Jalan Trikora Wosi hingga Jalan Esau Sesa. Bupati Demas sendiri pernah menangkap basah aktivitas Miras di THM karaoke Las Vegas dan D Princes di jalan Esau Sesa. (mar/*)

Tinggalkan Balasan