Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Pemerintah Papua Barat Bambang Heriawan Soesanto menerangkan jalur kereta api di wilayah Papua Barat berdasar usulan yang disampaikan ke Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub. Pemerintah Papua Barat mengusulkan agar jalur kereta api Papua Barat dibangun melewati wilayah Selatan Papua Barat. (Doc. Cahayapapua)

Belum Ada Koordinasi ke Dishub dan PU Manokwari Soal Jalur Kereta Api

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perhubungan Kabupaten Manokwari, mengaku belum ada koordinasi dari Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat dan Direktorat Perkeretaapian Kementerian Perhubungan terkait rencana pembangunan jalur perlintasan kereta api di Manokwari.

Program perkeretaapian nasional kementerian perhubungan melalui dirjen perkertaapian indonesia melalui tim studinya telah melakukan studi kelayakan dan studi trase di wilayah Papua Barat, sementara master plan perkeretaapian akan dikerjakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat sebagai sub sistem pelaksana program perkeretaapian Papua Barat.

Program nasional perkeretaapian khusus wilayah Papua Barat dan Papua akan dikerjakan dalam 3 tahap, pertama dimulai dengan pembangunan trase Sorong-Manokwari, kedua dibangun trase Manokwari – Nabire dan ketiga trase Nabire – Jayapura, Nabire – Timika.

Khusus tahap pertama akan dimulai dengan pembangunan trase Kota Sorong-Sorong Selatan, Sorong Selatan-Bintuni dan Bintuni Manokwari. Setelah pembangunan trase, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan tramline atau jalur utama dan fiderline atau jalur penghubung.

Khusus kabupaten Manokwari direncanakan akan dibangun 2 stasiun utama yakni stasiun Maruni dan stasiun di dekat pelabuhan. Direncanakan pembangunan stasiun dekat pelabuhan akan menggunakan areal kantor dinas PU Kabupaten Manokwari untuk dijadikan stasiun utama, dengan pembangunan fiderline intekoneksi menuju pelabuhan angkutan.

Terkait rencana pembangunan stasiun kereta api di areal kantor dinas PU Kabupaten Manokwari dengan fiderline interkoneksi langsung ke pelabuhan angkut Manokwari, Kepala Dinas PU Kabupaten Manokwari, Wempi Bandung mengaku belum ada koordinasi dari dinas PU provinsi Papua barat maupun dinas Perhubungan tentang rencana dimaksud.

“Sampai saat ini kami belum dapatkan informasi lebih jauh soal itu. Bahkan koordinasipun belum ada,” kata Kadis PU Wempi Bandung, Rabu siang.

Terkait tahapan perencanaan, Wempi menyatakan hingga kini pihaknya belum mendapat informasi. Walau begitu Wempi yakin pihaknya pasti akan dilibatkan dalam proses perencanaan. “Walau belum ada informasi maupun koordinasi, kedepan pasti kita akan dilibatkan dalam proses perencanaan,” ujarnya singkat.

Secara terpisah Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Kabupaten Manokwari, Raimon Ayomi, juga mengaku belum mendapat informasi dan koordinasi dari Dinas Perhubungan provinsi terkait rencana pembangunan jalur perlintasan kereta api di Manokwari.

“Sampai saat ini kami belum menerima informasi jelas terkait program pembangunan jalur kereta api di Manokwari,” kata Raimon kemarin siang.

Raimon berharap pada rapat koordinasi teknis Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat pada 9 November mendatang akan dibahas terkait masterplan perkeretaapian Papua Barat termasuk kabupaten Manokwari, sehingga terbangun sinergitas program antara Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan provinsi dan Dinas Perhubungan Kabupaten Manokwari.

“Kami berharap rapat koordinasi tekhnis Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat 9 November nanti bisa sekalian dibahas masalah program perkeretaapian di Manokwari. Biar ada sinergi antara program pusat, provinsi dan kabupaten, sehingga program yang dijalankan itu program integral,” kata Raimon menegaskan. | RIZALDY