Politisi PKPI Manokwari Trisep Kambuaya. | Dokumentasi CAHAYAPAPUA.com

Belum Setahun Bekerja, Anggota DPRD Manokwari Jenuh, Ada Apa ?

MANOKWARI, Cahaya Papua.com—Masa tugas DPRD Kabupaten Manokwari periode 2014/2019 sudah hampir satu tahun. Namun alih-alih menampilkan perubahan yang lebih baik sebagaimana harapan masyarakat, para wakil rakyat Manokwari itu justru masih berkutat pada persoalan internal.
Koordinasi antar pimpinan dengan anggota yang lemah, peran fraksi dan komisi yang tidak berjalan hingga masalah klasik seperti kebiasaan molor dari waktu yang telah disepakati sehingga mengakibatkan jadwal kegiatan menjadi berantakan. Juga sikap malas masuk kantor yang ditunjukkan pimpinan maupun para anggota.
Kondisi internal DPRD Manokwari yang masih ‘sakit’ itu terekam jelas pada rapat dengar pendapat (RDP) dengan Pemda membahas LKPj Bupati tahun 2014 di ruang paripurna utama gedung DPRD di Sowi Gunung, Kamis (6/8).
Dalam RDP yang akhirnya ditunda karena sebagian besar anggota DPRD tidak hadir, beberapa wakil rakyat terang-terangan menyatakan kecewa dengan kondisi tidak kondusif di internal lembaga legislatif itu.
Trisep Kambuaya, anggota DPRD dari PKPI bahkan mengaku sudah jenuh dengan suasana kerja di kantor. Berulang kali rapat gagal terlaksana hanya karena pimpinan dan anggota tidak konsisten dengan waktu maupun jadwal yang telah disepakati bersama.
Banyak agenda penting juga tertunda bahkan tidak terlaksana lantaran pimpinan dan anggota lebih mementingkan urusan pribadi maupun partai.
“Saya sudah jenuh dengan kondisi di DPRD. Semua orang punya urusan pribadi di luar, tapi sebagai wakil rakyat kita harus prioritaskan rakyat, “ tandas Trisep.
Anggota DPRD lainnya, Eli Wanma, juga kesal dengan situasi tidak sehat di lingkup DPRD. Sejumlah anggota DPRD sering tidak masuk kantor bahkan pada rapat-rapat penting sekalipun. Ironisnya, sejauh ini tak pernah ada teguran ataupun sangsi lainnya yang dijatuhkan buat mereka.
“Saya menilai Badan Kehormatan tidak punya peran apa-apa selama ini. Banyak anggota yang tidak pernah masuk, seharusnya BK bersikap, harus disampaikan ke fraksi untuk dilanjutkan ke partai untuk diberikan sangsi, “ ucap Eli yang mengklaim dirinya selalu rajin masuk kantor.
Trisep sepakat perlu ada sangsi tegas bagi anggota yang tidak disiplin. Oleh karena itu, Badan Kehormatan harus bersikap agar situasi tidak sehat dalam internal DPRD tidak sampai menghambat kinerja dewan secara keseluruhan.
Mantan aktivis kampus ini juga mengingatkan pimpinan DPRD agar bisa memberi teladan kepada para anggota, bukan malah sebaliknya menjadi pihak yang sering tidak konsisten dengan kesepakatan yang telah diambil bersama.
“Perlu ada sangsi tegas bagi anggota yang tidak menjalankan tugas secara baik. Saya minta pimpinan tegas pada bagian itu, “ ujar Trisep.
Wakil Ketua II Frangki Awom berjanji akan memperhatikan apa yang menjadi keluhan para anggota tersebut. Kendati begitu, dia berharap fraksi sebagai perpanjangan tangan dari Parpol yang mengusung para wakil rakyat bisa memainkan peran secara lebih signifikan dalam membina kedisiplinan para anggota DPRD. |ZACK TONU BALA