Aparat kepolisian dan Brimob membersihkan blokade Jalan Yos Sudarso pasca bentrok warga dengan aparat yang dipicu insiden penikaman Rabu malam.
Aparat kepolisian dan Brimob membersihkan blokade Jalan Yos Sudarso pasca bentrok warga dengan aparat yang dipicu insiden penikaman Rabu malam.

Bentrok Sempat Lumpuhkan Aktivitas Warga

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com–Bentrok di Sanggeng, Distrik Manokwari Barat, Manokwari, Papua Barat, Rabu malam (26/10) nyaris melumpuhkan aktivitas warga Kota Manokwari pada siang harinya.

Jalan-jalan protokol terutama di Kota Manokwari lenggang karena sebagian besar warga memilih bertahan di rumah-rumah mereka.

Pusat-pusat perbelanjaan seperti Pasar Sanggeng, toko – toko di sepanjang jalan protokol mulai dari Jalan Yos Sudarso, Jalan Trikora hingga Jalan Gunung Salju memilih tutup.

Sebagian besar pusat perbelanjaan itu tutup sejak pagi hingga sekitar pukul 16.00 WIT. Hingga malam sekitar pukul 19.00 WIT masih banyak yang masih tutup.

Aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah yang terdapat di dalam Kota Manokwari juga lumpuh, terutama di daerah sekitar pusat awal bentrok.

Di sekitar lokasi tersebut, sekolah seperti SD Negeri 06 Sanggeng, SD Negeri Yos Sudarsso, SD Negeri Sanggeng, SMP Negeri 3, SD, SMP dan SMA Yapis memilih meliburkan pelajar mereka.

Selain itu, bank-bank yang berjajar di Yos Sudarso Sanggeng juga memilih tutup, hanya tampak Bank BRI yang memberi pelayanan terbatas. Belum ada kepastian apakah aktivitas di bank-bank itu akan kembali di buka pada Jumat (29/10) besok.

SPBU di Jalan Yos Sudarso dan Jalan Trikora juga tutup sehingga memicu antrian panjang di SPBU Jalan Baru yang berjarak sekitar 2 kilo meter dari pusat bentrok.

Bentrok ini meletus akibat ditikamnya seorang warga Manokwari Vijay Paus Paus disebuah warung makan pada Rabu (27/10) malam sekitar pukul 22.00 WIT. Peristiwa itu memicu bentrok antar warga. Pos polisi Sanggeng menjadi sasaran amukan massa, dibakar.

Belakangan polisi yang tiba di lapangan untuk melerai bentrok melepaskan gas air mata dan sejumlah tembakan. 9 warga dilaporkan terluka, satu diantaranya meninggal dunia setelah terkena peluru.

Bentrok ini juga mengakibatkan jalan utama seperti Jalan Yos Sudarso, Jalan Trikora dan Jalan Gunung Salju diblokade warga menggunakan material kayu, batang pohon yang ditebang dibahu jalan, ban bekas, seng dan plastik berisi sampah.

Dalam pantauan lapangan, blokade tersebut baru bisa dibuka aparat kepolisian sekitar pukul 12.30 WIT, meski begitu material sisa blokade masih berserakan.

Untuk mengantisipasi keributan, aparat Kepolisian dan Brimob yang dibantu personil TNI telah disiagakan di sejumlah titik-titik yang dinilai rawan serta di beberapa objek vital seperti TBBM dan SPBU. (ALF)

Tinggalkan Balasan