Bentrok Warga Pasar Sanggeng

Bentrok, Warga Kompleks Pasar Sanggeng Bakar Pangkalan Rental

MANOKWARI, Cahayapapua.com—- Bentrok antar warga terjadi Kamis (22/9) siang di Sanggeng, belakang kantor Bank Mandiri. Akibatnya pangkalan mobil rental yang berada di belakang Bank Mandiri dibakar warga yang tinggal di dekat Pasar Sanggeng.

Sesuai informasi yang dihimpun, bentrokan terjadi akibat salah satu pejasa ojek di minta uang (palak) oleh warga yang di ketahui mengkonsumsi minuman beralkohol di sekitar pasar sanggeng.

Tidak mau memberikan uang, tukang ojek tersebut mendatangi tempat pangkalan mobil rental untuk meminta perlindungan. Warga yang memintai uang tersebut mengejar tukang ojek hingga ke pangkalan. Ojek lalu diamankan sehingga terjadi keributan.

Terdapat tiga tenda yang menjadi pangkalan mobil rental di bakar oleh warga seputaran Pasar Sanggeng. Kendaraan mobil rental segera diamankan di dalam areal Masjid serta Bank Mandiri selanjutnya polisi segera mengamankan lokasi tersebut.

Ketua RT Kompleks Pasar Sanggeng Jhon Karubaba kepada Cahaya Papua, Kamis (22/9) mengatakan, kejadian tersebut pas dia lewat lalu saat itu juga turun melerai warga.

“Saya hanya amankan warga yang bakar tempat pangkalan, serta nyaris warga mau kasih hancur mobil-mobil, sementara informasi yang saya dapat ada warga yang di tusuk kepalanya dengan pisau sehingga warga datang mengamuk,” ujarnya.

Warga kembali mengamuk setelah salah satu sopir mobil rental tidak terima karena pangkalannya di bakar, sontak warga memukul tiang listrik sehingga mengundang warga lainya datang ke lokasi.

Saat itu Kapolres Manokwari sedang berada di tempat kejadian namun warga tetap beraksi dengan membawa kayu balok serta batu di tangan hendak melempar para sopir rental. Seorang sopir rental kemudian di amankan oleh pihak Polres Manokwari saat suasana kembali memanas.

Kapolres Manokwari AKBP. Cristian Rony mengatakan sopir mobil rental yang di bawa ke polres itu untuk di amankan saja. “Tidak ada yang di tahan, mohon sabar sebab semuanya dalam pemeriksaan. Kalau alat bukti cukup baru dilakukan penahanan, sebab yang ditahan itu masih didalami, jadi dia bersalah atau tidak nanti berdasarkan pemeriksaan,” ujarnya.

Bentrokan tersebut berakibat aktivitas Pasar Sanggeng ditutup. Amarah warga reda saat kapolres dan jajarannya berhasil menenangkan, akhirnya warga pasar Ikan Sanggeng kemudian kembali ke rumahnya masing-masing.

Sementara tempat pangkalan mobil rental akan dikosongkan guna di buat lapangan futsal dan lapangan voli untuk warga di sekitar Pasar Ikan Sanggeng. (MAR)

One comment

  1. pengaruh miras mabuk… perda miras tidak berfungsi siapun yg pimpin daearah manokwari klu blum bisa hilangkan miras di kota ini berarti negeri ini hanya akan jalan ditempat, percuma bangun infrastruktur klu sdm masyarakatnya tidak bisa di bangun..cukup dengan tidak miras negeri ini baru bisa maju sedikit…

Tinggalkan Balasan