Upacara peringatan Hardiknas di Teluk Bintuni Papua Barat kemarin.

Bentuk Kualitas Karakter, Kemampuan Literasi dan kompetensi Anak Didik

BINTUNI, Cahayapapua.com—– Peringatan Hari Pedidikan Nasional ke 127 di Kabupaten Teluk Bintuni diselenggarakan secara meriah. Setelah mengadakan aneka kegiatan seperti jalan sehat, pentas drama kolosal dan tari – tarian tradisional.

Senin (2/5/2016) kemarin, di Kantor Bupati Bintuni dilaksanakan upacara peringati Hardiknas 2016 dengan mengambil tema nasional ‘Nyalakan pelita, Terangkan Cita –cita’.

Bertindak sebagai Inspektur upacara, Penjabat Bupati Teluk Bintuni, Ishak L. Hallatu. Hadir Sekda Bintuni, Gustaf Manuputy, Asisten III Bidang Ekonomi, Ketua Komisi A DPRD Teluk Bintuni, Buce H. Maboro, beberapa perwira dari TNI-Polri, para kepala SKPD dan perwakilan Tim Ekspedisi NKRI Sub korwil 5 Bintuni. Nampak di barisan upacara, ASN dan pelajar di daerah tersebut.

Hallatu saat membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan Anies Baswedan, Ph.D mengatakan, hari pendidikan nasional dirayakan sebagai hari kesadaran tentang pentingnya kualitas manusia. Presiden Joko Widodo menggariskan bahwa Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani dunia dan akan berhasil dalam berbagai kompetisi era global jika tinggi kualitas manusianya. Manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa.

Lebih jauh disampaikan, mutu dan jenjang pendidikan berdampak besar pada ruang kesempatan untuk maju dan sejahtera. Maka memastikan setiap manusia Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang bermutu sepanjang hidupnya sama dengan memastikan kejayaan dan keberlangsungan bangsa.

Dikatakan, dunia saat ini adalah dunia yang sangat berbeda dengan dunia beberapa dekade lalu. Perubahan terjadi begitu cepat dalam skala eksponensial yang tidak pernah ditemui dalam sejarah umat manusia sebelumnya.

Revolusi teknologi menjadi pendorong lompatan perubahan yang akan berpengaruh pada cara kita hidup, cara kita bekerja dan tentu saja cara kita belajar.

“Salah satu dukungan yang perlu kita berikan pada anak-anak Indonesia adalah memastikan bahwa apa yang mereka pelajari saat ini apa yang memang mereka butuhkan untuk menjawab tantangan jamannya. Keterampilan utuh yang dibutuhkan oleh anak-anak Indonesia di abad 21 mencakup tiga komponen yaitu kualitas karakter, kemampuan literasi dan kompetensi. Setiap anak lahir sebagai pembelajar, tumbuh sebagai pembelajar. Proses belajarnya didapatkan melalui permainan dan petulangan,” paparnya.

Mengakhiri sambutannya, seluruh komponen masyarakat diajak ikut bergerak dan terlibat dalam memperluas dampak pendidikan terhadap saudara-saudara sebangsa yang belum sepenuhnya merasakan kesempatan itu.

“Karena itulah tahun ini kita memilih tema ‘Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-cita.’ Kita ingin pendidikan benar-benar berperan sebagai pelita bagi setiap anak Indonesia yang akan membuatnya bisa melihat peluang, mendorong kemajuan, menumbuhkan karakter dan memberikan kejernihan dalam menata dan menyiapkan masa depannya,” tutup Hallatu mengutip sambutan Menteri Pendidikan.(ART)

Tinggalkan Balasan