Ilustrasi korupsi. | Ist

Berkas Bendahara Maybrat Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor

MANOKWARI– Berkas tersangka Zefanya Sraun selaku Bendahara Kabupaten Maybrattelah dilimpahkan penyidik Kejaksaan Negeri Sorong ke Pengadilan Tipikor Papua Barat, Selasa (18/11/2014) usai penyidik Polda Papua menyerahkan berkas tersebut ke Kejaksaan Negeri Sorong.

“Kami sudah menyerahkan berkasnya. Tapi kami belum tau kapan sidang perdana digelar,” kata Ahmad Muzayyin, SH ketika dihubungi Cahaya Papua, via ponsel, Kamis (20/11/2014).

Setelah berkas ini diserahkan, tersangka Zefanya Sraun di boyong ke Manokwari. Tersangka kini mendekam di sel Lapas kelas IIb Manokwari.

Terpisah Ketua Pengadilan Tipikor Papua Barat, Maryono, SH, ketika ditemui membenarkan telah menerima pelimpahan berkas kasus tersebut.

Dijelaskan, setelah menerima pelimpahan berkas tersebut, majelis hakim telah mengeluarkan jadwal penetapan sidang. Sidang perdana akan digelar, Selasa (25/11/2014) pekan depan.

Sementara salah satu tersangka dan kini sudah menjadi terpidana dalam kasus ini yakni Bupati Maybrat, Bernard Sagrim, kini sudah menjalani masa hukumnnya di lembaga pemasyarakatan kelas Iib. Setelah sebelumnya majelis hakim memvonisnya dengan hukuman penjara 1,3 tahun penjara, denda Rp 50 juta atau subsider 1 bulan kurungan, potong masa tahanan.

Dimana terdakwa Bernard Sagrim terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi, seperti yang tertuang dalam pasal 3 jo pasal 18 Undang -Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999, telah diubah kedalam Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) KUHP.

Hal memberatkan hukuman terdakwa Bernard Sagrim yakni, terdakwa tidak mendukung program pemerintah didalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan terdakwa tidak merasa bersalah dan tidak mengakui perbuatannya. Sedangkan hal yang meringankan hukumannya, terdakwa ada itikat baik telah mengembalikan kerugian negara senilai Rp. 3,266.724.000 miliar, berlaku sopan selama masa persidangan, mengabdi sebagai PNS di Papua dana Papua Barat, serta telah membantu Kabupaten Maybrat dengan menggunakan uang pribadinya agar pemerintahan Kabupaten Maybrat berjalan lancar. | TAKDIR

 

EDITOR: BUSTAM

Tinggalkan Balasan