www.kaskus.co Ilustrasi kasus korupsi

Berkas Korupsi Harry dan RJR Dikembalikan ke Polisi

MANOKWARI, cahayapapua- Kepolisian Resor Manokwari mengakui bahwa Kejaksaan Negeri Manokwari telah menyerahkan kembali berkas kasus dugaan korupsi kasus swasembada sapi tahun 2012 karena dinyatakan belum lengkap alias P19.

Berkas yang dinyatakan belum lengkap ialah yang menjerat Kepala Dinas Peternakan Papua Barat Harry T Uhi bersama RJR.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Manokwari Ajun Komisaris Polisi Tommy H Pontororing mengatakan, pihaknya akan bekerja maksimal untuk melengkapi berkas sebelum diserahkan kembali ke pihak Kejari Manokwari.

“Kami penyidik akan bekerja melengkapi bukti formil maupun materil serta beberapa bukti-bukti terkait sebelum diserahkan,” ujar Tommy kepada wartawan kemarin.

Menurut Tommy, salah satu bukti yang dinilai belum lengkap oleh Kejari Manokwari ialah soal dugaan kerugian negara. Kejari meminta kepolisian untuk melengkapi bukti tersebut melalui audit ulang oleh BPKP.

Beberapa kegiatan yang perlu diaudit ulang ialah kegiatan yang bersifat penunjukan langsung yang diduga fiktif. “Untuk itu secepatnya akan dilengkapi oleh tim Satgas Anti Korupsi Polres Manokwari,” kata Tommy.

Kepolisian menurut Tommy juga akan menambahkan sejumlah kerugian negara yang diduga terkait kasus ini. “Berdasarkan hasil penelitian dari JPU ada beberapa kegiatan yang perlu di audit lagi karena ada indikasi atau potensi kerugian negara,” ujarnya.

Selain kasus yang menjerat Harry dan RJR, Tommy mengatakan, dalam kasus dugaan korupsi swasembada sapi senilai Rp. 6 miliar yang menjerat AY dan S, sudah divonis oleh pengadilan tindak pidana korupsi Papua Barat.

|ADITH SETYAWAN