Jalan masuk menuju Hunian Tetap ––lokasi pemukiman korban Banjir Bandang Wasior 2010–– di Iriati I Karya TMMD ke-100. Jalan ini dinamakan jalan 'ukur saja' karena sudah berkali-kali diukur namun tidak pernah dikerjakan. Kini nama jalan ini menjadi jalan TMMD.

Berkat TMMD, jalan ‘ukur saja’ kini jadi jalan beton yang mulus

WASIOR, Cahayapapua.com— Warga penghuni kompleks huntap (hunian tetap) Iriati I, distrik Wasior menjadi yang paling berbahagia atas terlaksananya kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke -100 yang resmi berakhir, Kamis (26/10).

Berkat TMMD, jalan masuk menuju Huntap Iriati I akhirnya berubah wajah dari awalnya berupa jalan tanah dan berbatu menjadi jalan beton yang mulus dan lebar. Akses keluar masuk ke kompleks pemukiman khusus untuk korban bencana banjir bandang 2010 itupun tidak lagi sulit sebagaimana yang dialami selama ini.

“Warga Huntap Iriati I sangat berbahagia dan berterima kasih karena dengan adanya TMMD jalan kami akhirnya menjadi bagus. Masyarakat tidak susah lagi. Ini menjadi kerinduan kami sejak lama dan akhirnya bisa terjawab melalui tangan bapak-bapak TNI,” kata Jhon Yoweni, ketua RT Huntap I Iriati usai upacara penutupan TMMD usai upacara penutupan TMMD di halaman kantor BKD di Iriati, Kamis (26/10).

Semenjak huntap Iriati I difungsikan pada 2011, jalan tersebut belum pernah tersentuh perbaikan. Badan jalan dipenuhi lubang dan batu-batuan yang menonjol sehingga sulit dilalui kendaraan. Bahkan tukang ojek sekalipun enggan masuk.

Warga sudah berulang kali meminta dilakukan perbaikan. Namun tindak lanjutnya hanya sebatas dilakukan pengukuran. Menurut Yoweni, pihaknya mencatat setidaknya telah dilakukan 31 kali pengukuran mulai dari Dinas PU Kabupaten dan Provinsi Papua Barat hingga BNPB.

“Makanya warga kasih nama jalan itu jalan ukur saja karena hanya ukur-ukur terus tapi tidak pernah ada dikerjakan,” kata Yoweni.

Pengecoran jalan masuk ke kompleks Huntap Iriati I merupakan kegiatan fisik utama yang dikerjakan TMMD. Jalan sepanjang 800 meter lebih itu dibuat dengan konstruksi beton dengan lebar 6 meter dan ketebalan 15 cm.

Kepala Kampung Iriati Bartolomeus Marani mengakui kondisi jalan yang buruk merupakan keluhan utama penghuni huntap Iriati I dalam 3 tahun terakhir ini.  Karena itu pihaknya merasa sangat bersyukur dengan adanya kegiatan TMMD.

“Itu menurut saya karya yang luar biasa Karena kalau pakai kontraktor atau proyek tidak mungkin dalam jangka waktu yang singkat itu bisa selesaikan. Tapi lewatTMMD,  saya bisa katakan mereka boleh,” kata Marani. (brv)

Leave a Reply

%d bloggers like this: